
BAHAN KRT – Rabu, 1 November 2023
Bacaan : Roma 8:29-30
Penjelasan Bahan
Kita sering mendengar ungkapan imago Dei, Sebuah istilah berbahasa Latin yang dipakai untuk merefleksikan eksistensi manusia pada saat penciptaan (kej. 1:26). Manusia, baik laki-laki maupun perempuan, diciptakan menurut gambar (imago,image) Allah. Lalu bagaimana dengan istilah yang terdengar serupa, namun mungkin jarang kita dengar, yaitu imago Christi alias ‘gambar Kristus’. Agaknya perlu bagi kita melihat kembali identitas Kristus demi mengetahui dan menghayati istilah tersebut. Kepada Jemaat Kolose (1:15-16), Paulus mempersaksikan bahwa Kristuslah gambaran Allah (yang tidak kelihatan), yang sulung, lebih utama daripada segala yang diciptakan. Segala sesuatu diciptakan di dalam Kristus kita dapat melihat Allah yang awalnya tidak kelihatan menjadi kelihatan. Tidak hanya itu, segala sesuatu yang diciptakan Allah, termasuk manusia, ternyata diciptakan menurut Kristus. Artinya, manusia menjadi serupa dengan gambar kristus (imago Christi).
Istilah yang sama juga Paulus Ungkapkan kepada jemaat Roma. Ia Mengungkapkan bahwa orang-orang yang dipilih oleh Allah ditentukan untuk menjadi serupa dengan gambar Anak-nya, agar Kristus menjadi yang sulung di antara banyak saudara. Apa maksud dari ungkapan ‘orang-orang yang dipilih?’ William Barclay menjelaskan bahwa apa yang dikatakan oleh Paulus bersifat pengalaman Iman. Ketila seorang Kristen merefleksikan pengalaman imannya, maka ia akan semakin yakin bahwa pengalaman itu hadir oleh karena Allah dan bukan karena upaya diri sendiri. Sebagai contoh, jika ada seorang perampok, ia non-kristen, lalu bertobat dan menjadi percaya, seringkali ungkapan kita dengar, “saya telah dipilih oleh Tuhan” atau “ saya telah ditangkap oleh Yesus.” Kondisi demikianlah yang dimaksud oleh Paulus dan bukan ditafsir bahwa Allah memilih beberapa orang dan tidak memilih yang lain.
Selain itu, Paulus juga mengungkapkan bahwa menjadi serupa dengan gambar Kristus mengantarkan kita pada sebuah kondisi, yaitu Kristus menjadi yang sulung di antara kita. Menurut Verne H. Fletcher, Paulus menggunakan kiasan relasi keluarga. Allah menjadi ahli waris, Kristus menjadi anak sulung dan kita menjadi adik-adiknya. Dalam relasi tersebut, kita diikutsertakan dalam warisan yang diterima dan dimiliki oleh Sang Anak Sulung. Jika memakai ilustrasi cermin, seperti Kristus yang memantulkan gambar Allah, kita turut memantulkan gambar Kristus yang melalui-Nya terpancar gambar Allah. Mengadopsi pemikiran Bonhoeffer, Fletcher kembali menjelaskan menjadi serupa dengan Kristus tidak dapat dicapai dengan data kita, namun Kristus sendirilah yang membentuk kita menjadi serupa dengan Dia. Gambar-Nya mewujud di dalam diri kita dan
citra-Nya meresap dalam hati kita. Di sisi lain dan yang menjadi poin penting refleksi kita, imago Christi bukan tentang kita seragam dengan Kristus, karena Ia mempunyai tugas yang khas dan unik, tetapi kita diajak untuk mnengungkapkan gambar Kristus sesuai dengan tugas dan panggilan kita yang juga mempunyai kekhasan dan keunikannya masing-masing. Di dalam kehidupan ini kita mempunyai tugas dan panggilan masing-masing. Apakah kita seorang penatua, pekerja, pelajar, suami, istri, anak atau bahkan seorang pengurus RT. Siapa pun dan apa pun kita, kapan pun dan dimana pun, mari pancarkan gambar Kristus di tengah keseharian kita. Biarlah kehadiran-Nya terpancar melalui setiap pikiran, perkataan dan perbuatan kita, sehingga bukan hanya Ia yang memberikan diri-Nya bagi kita, namun kita juga dimampukan memberikan diri bagi Kristus.
Pertanyaan Pendalaman
- Kita menyadari bahwa kita serupa dengan gambar Kristus, namun di sisi lain kita juga sadar bahwa seringkali perkataan dan perbuatan kita tidak mencerminkan gambar Kristus. Bagaimana kita merespon kondisi tersebut?
- Bagaimana cara kita mengungkapkan gambar Kristus di tengah-tengah kehidupan keluarga dengan melihat peran kita masing-masing (sebagai suami, ayah, istri, ibu, anak)?
Daftar Acuan
Adiprasetya, Joas. Labirin Kehidupan: Spiritualitas Sehari-hari bagi Peziarah Iman. Jakarta :BPK Gunung Mulia, 2016.
Barclay, William. Pemahaman Alkitab setiap Hari: Surat Roma. Jakarta : BPK Gunung Mulia, 2011.
Fletcher, Verne H. Lihatlah Sang Manusia: Suatu Pendekatan pada Etika Kristen Dasar. Jakarta : BPK Gunung Mulia, 2007