Yohanes 17:20-26
Para Rasul akan pergi bersaksi dalam kesetiaan mereka terhadap firman dan Yesus. Akan banyak orang yang menjadi percaya, yang merupakan hasil penginjilan. Pemimpin umat akan terus berganti dan pemberitaan firman akan terus dikobarkan. Bukan hanya dari Israel hingga Roma tetapi sampai ke ujung dunia.
Yesus berdoa agar individu hasil pemberitaan injil ini memahami makna menjadi satu (20-21). Menjadi satu karena Allah dan Yesus adalah satu. Itu berarti mempraktikkan kasih yang terjadi antara Allah dan Anak, yaitu kasih yang sama yang diberikan kepada semua orang yang percaya. Menjadi satu berarti tidak tercerai berai oleh karena adanya perbedaan budaya, tempat, dll. Itu berarti berkeinginan menjaga kesatuan meski ada perbedaan.
Dengan adanya kasih maka kesatuan dikedepankan sementara pertikaian dan pertumpahan darah ditinggalkan jauh dibelakang. Mengapa kesatuan orang percaya menjadi kerinduan Yesus dalam doanya, karena Yesus ingin agar para murid hasil pemberitaan injil menjadi saksi bagi dunia, agar dunia tau bahwa Allah Bapa telah mengutus Yesus dan Yesus mengasihi semua orang kepadaNya. Karena kasihNya, Ia telah mengorbankan AnakNya untuk menjadi tebusan bagi semua orang berdosa. Maka menjadi satu hanya dapat terjadi jika orang percaya memiliki dan mempraktikkan kasih Allah diantara satu dengan yang lain. Marilah kita pancarkan kasih itu melalui kesatuan kita sebagai orang–orang yang percaya kepada Tuhan kita, Yesus kristus, agar melaluinya dunia dapat melihat kasih dan kemuliaannya. (YP)