Wahyu 5:1-14
Sebelum masa pandemi terjadi, pergumulan dan persoalan yang datang dalam keseharian kita ada kalanya membuat seseorang tergoda untuk membuang imannya terhadap Kristus hanya demi penyelesaian atas pergumulan dan persoalan yang terjadi. Mendapatkan pekerjaan “asalkan …”, misalnya seperti itu.
Saat ini, ketika berhadapan dengan masa yang sangat panjang di tengah pandemi yang belum berakhir ini, dengan pergumulan dan persoalan yang kian menumpuk dalam keseharian kita, godaan untuk membuang iman terhadap Kristus sebagai jalan pintas mengatasi pergumulan, sangat mungkin terlintas dalam pikiran banyak orang percaya di masa kini.
Lalu, apa yang membuat seorang percaya akhirnya dimampukan untuk tetap taat dan setia kepada Sang Anak Domba Allah, meskipun saat ini pergumulan dan persoalan yang datang di masa pandemi rasanya semakin bertambah banyak dan kian beratnya?
Bacaan Alkitab kita hari ini menjadi salah satu dasar yang kuat bagi kita untuk tetap berpaut pada Sang Juruselamat itu. Perikop ini menceritakan penglihatan Yohanes tentang masa yang akan datang (akhir zaman) di mana hanya Yesus-lah, Sang Anak Domba Allah, yang layak menerima gulungan kitab dan membuka meterai-meterainya karena penebusan yang telah dilakukan Allah melalui Kristus (ayat 9).
Hal tersebut merupakan puncak penggenapan dari apa yang telah Allah nyatakan dalam Kitab Suci. Dinubuatkan dalam Perjanjian Lama tentang karya Allah yang akan menebus dosa umat manusia (dari “dosa asal”) agar manusia kembali berkenan di hadapan-Nya dan digenapi dalam Perjanjian Baru, melalui karya Kristus dan pemberitaan para rasul Kristus.
Berbahagialah kita sebagai orang percaya dan dimampukan untuk tetap bertahan dan berkarya memberitakan kasih Allah di dalam Kristus karena kelak kita tidak akan mendapatkan murka Sang Anak Domba tersebut (bnd. Wahyu 6:16-17).
PERTANYAAN UNTUK DISKUSI
- Hal-hal apa saja yang bisa dan harus kita lakukan sebagai pribadi dan keluarga dalam memperjuangkan iman kita terhadap Sang Anak Domba Allah?
Hal-hal apa saja yang bisa dan harus kita lakukan sebagai persekutuan orang percaya (gereja) dalam memperjuangkan iman kita terhadap Sang Anak Domba Allah? (GIA)