TUHAN HADIR DALAM SEGALA SITUASI

Dalam tahun matinya raja Uzia aku melihat Tuhan duduk di atas takhta yang tinggi dan menjulang, dan ujung jubah-Nya memenuhi Bait Suci. (Yesaya 6 : 1)

Yesaya 6 : 1 – 8

Semenjak sistem penanggalan (kalender) ditemukan orang dengan mudah mengingat-ingat kejadian-kejadian penting yang terjadi di dalam hidupnya.  Ambil contoh pada tanggal 14 Februari 2022 seorang anak dilahirkan, dan setiap tanggal itulah orang akan merayakan atau memperingati hari kelahirannya.  Lain halnya dengan orang-orang pada jaman dahulu, ketika ditanya, Bapak lahir tanggal berapa?  Bapak tersebut menjawab, saya dilahirkan pas ketika tantara jepang menyerbu kota tempat saya dilahirkan, nah tahun itulah kira-kira saya dilahirkan. 

Demikian halnya terjadi dengan penulisan penanggalan yang tercatat di dalam Alkitab, biasanya dituliskan ketika Raja X berkuasa berfirmanlah Tuhan kepada nabinya.  Dalam teks yang kita baca pada hari ini penanggalan yang dituliskan sangat berbeda.  Yesaya menuliskan “Dalam tahun matinya raja Uzia…”  Penanggalan tersebut merupakan hal yang penting terjadi dalam kehidupan umat saat itu, Tuhan hadir dalam kemuliaan-Nya melalui penglihatan kepada Yesaya di tengah-tengah situasi krisis sosial-ekonomi-politik.  Kondisi bangsa yang sesat dari kebenaran, mulut yang  tidak dijaga dengan itulah gambaran besar bangs aitu, dan itulah yang dirasakan secara pribadi Yesaya, manakala ia menerima panggilan Allah untuk menjalankan misinya.  Allah mengutus Yesaya dalam segala kebaradaannya dan justru ia dilayakan oleh Allah untuk menjalankan misinya.

Dalam kehidupan kita saat ini, seberapa pun sulitnya situasi dan kondisi tempat di mana kita berada ternyata Tuhan selalu hadir di dalam segala situasi, terlebih dalam situasi dan kondisi yang tidak menguntungkan, misanya krisis.  Demikian juga Tuhan memakai umatnya dalam segala keberadaannya.  Ketika kita menyadari diri kita tidak layak menerima panggilan, percayalah Tuhan menguduskan dan melayakan diri kita menerima panggilan-Nya.  Tuhan memakai diri kita dengan segala kelemahan yang ada, sehingga kita melihat sejatinya Tuhanlah yang bekerja diatas pelayanan yang kita jalani. (ITW) Refleksi:  Kiranya kita dikuatkan menerima panggilan pelayanan-Nya dan percaya bahwa Tuhanlah yang memberikan kemampuan dan kesanggupan dalam pelayanan.