KASIH YANG NYATA DALAM TINDAKAN

1 KORINTUS 13:1-13

Tidak pernah dibayangkan bahwa kita akan berada pada situasi yang betul –betul sulit, seperti yang kita alami saat ini. Pandemi Covid-19 yang melanda negeri kita sejak awal tahun 2020 telah merubah segalanya, namun kehidupan di masa pandemi Covid-19 tetap harus dilanjutkan. Di masa pandemi covid-19 ini,  begitu banyak orang yang menderita baik karena kehilangan pekerjaan, kehilangan kesempatan bahkan kehilangan orang-orang yang dicintai. Anak-anak melakukan kegiatan belajar mengajar dari rumah, orang-orang bekerja dari rumah, bahkan kitapun berkebaktian dari rumah. Tentu kegiatan yang tidak  biasa ini mempengaruhi begitu banyak hal termasuk ekonomi keluarga, ekonomi gereja bahkan ekonomi negara. Memasuki tahun 2021, pandemi covid-19 belum landai tingkat penyebarannya, justru semakin banyak orang yang terpapar termasuk orang-orang yang dekat dengan kita, anggota jemaat kita, anggota keluarga kita dan orang–orang yang kita kenal. Dalam kondisi seperti ini, dibutuhkan keterbukaan hati kita untuk menolong mereka. Di sinilah  kasih bukan hanya merupakan sebuah wacana tetapi kasih harus diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari sebagai bentuk kepedulian kita kepada mereka atau sesama yang mengalami penderitaan tersebut.

Kasih menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah perasaan sayang, cinta, suka dalam lingkup yang luas. Bukan hanya untuk seseorang tetapi juga untuk sesama manusia. Kasih bukan hanya sebuah slogan tetapi harus dilakukan dalam hidup sehari-hari. Kasih bukan hanya ucapan tetapi nyata dalam sebuah tindakan yang jelas.

Kasih berdasarkan 1 Korintus 13:1-13 adalah :

  1. Storge yaitu kasih antara anggota keluarga
  2. Eros adalah kasih birahi atau seksual
  3. Filia adalah kasih persahabatan
  4. Agape adalah kasih yang menunjuk pada kasih Allah

1 Korintus 13 : 1-13 menunjuk pada kasih Agape. Teks ini, merupakan nyanyian kasih yang paling besar, paling kuat, paling dalam, yang ditulis oleh Rasul Paulus. Pada hakekatnya, ketiga kasih (storge, eros dan filia) adalah jasa yang dikaitkan dengan keinginan-keinginan untuk memiliki (kesukaan hati) sementara Agape adalah kasih yang tanpa jasa, kasih yang memberi (memberi tanpa pamrih).

1 Korintus 13 : 1-13 juga berbicara tentang karunia. Karunia adalah kepandaian yang dimiliki seseorang. Karunia yang di ungkapkan dalam 1 Korintus 13 : 1 – 13 ini menyangkut:

  1. Karunia untuk berbicara bahkan untuk dapat berbicara seperti malaikat, namun kemampuan berbicarapun dapat  dikecam sebagai kegaduhan, sebagai sesuatu yang mengacaukan dan tanpa faedah jika tidak disertai kasih.
  2. Karunia bernubuat. Bagaimanapun pentingnya, menggiurkannya untuk  mengetahui segala rahasia melalui kemampuan bernubuat. Bahkan memiliki seluruh pengetahuan dan memiliki iman yang disertai karunia khusus untuk membuat muzizat, tetapi tanpa kasih pada dirinya,  maka karunia untuk bernubuat pun  tidak berharga.
  3. Karunia Filantropi atau kemampuan untuk dapat mengorbankan diri yang mengharukan sekalipun tanpa dorongan kasih tidak mendapatkan faedah pada hari penghakiman.

Berdasarkan ketiga uraian tersebut dapat kita katakan betapa luar biasanya kasih mempengaruhi kehidupan manusia. Apapun yang manusia lakukan, namun tanpa kasih semuanya tidak memiliki arti.

Sifat-sifat moral yang tinggi yang disebut sebagai kebajikan adalah sabar, murah hati, suka memberi, menolong, tidak cemburu akan keberuntungan orang lain, tidak sombong, tidak suka memegahkan diri, tidak suka pamer, tidak suka mencari tepukan tangan/pujian.

Kasih tidak melakukan yang tidak sopan, tidak mengisi dirinya sendiri dengan hayalan kosong/ yang membuat muka merah, tetapi menyangkal diri, tidak pemarah, tidak mudah tersinggung, tidak menyimpan kesalahan orang lain, tidak menghitung-hitung hal-hal yang jahat dan tidak membuat daftar tentang apa yang salah dengan demikian tidak menyimpan hal-hal yang jahat

Kasih tidak bersukacita dalam kesempatan untuk mencela ketidakadilan atau tidak turut merasakan kegirangan dengan keberhasilan orang yang melanggar aturan tadi.

Secara positif, kasih menutupi atau menahan segala sesuatu. Kasih menganggap orang lain selalu memiliki maksud baik atau tidak pernah kehilangan kepercayaan. Kasih mengharapkan sesuatu yang pasti dengan optimisme yang jelas atau masuk akal yaitu menantikan anugrah Allah nayat dalam kehidupan umat manusia.

Kasih sabar menanggung segala sesuatu, dalam arti bersifat aktif secara positif. Jika kasih tidak memiliki bakti ia percaya yang paling baik akan terjadi dalam kehidupannya, dan jika harapan itu berkali-kali mengecewakan, ia akan menanti dengan berani, apapun yang akan terjadi.

Kasih tidak berkesudahan atau tidak pernah roboh, ia bersifat abadi tak sama dengan karunia-karunia yang diperuntukkan bagi hidup sekarang. Nubuat dan bahasa roh tidak akan diperlukan bila kita berada dihadapan Allah.

PERTANYAAN UNTUK DISKUSI

  1. Di tengah kondisi saat ini, bentuk kasih seperti apa yang dapat kita lakukan bagi sesama kita yang membutuhkan?
  2. Kasih seperti apakah yang Allah kehendaki untuk kita terapkan dalam kehidupan kita sebagai orang percaya?
  3. Bentuk dukungan seperti apakah yang dapat kita berikan bagi sesama yang membutuhkan?

          (AVS)