IBRANI 5:1-10
Generasi zaman ini adalah generasi yang terbiasa melihat “dunia” dalam genggaman. Berbeda dari generasi sebelumnya yang memiliki cara sendiri dalam memandang dunia, bagi anak-cucu kita saat ini, ada perubahan pola pikir yang dipengaruhi dengan apa yang dialami dan dijumpainya. Demikian juga dengan model atau panutan dalam hidup mereka. Sosok-sosok seperti itu berseliweran di media sosial, tak hanya yang menampilkan contoh baik, begitu juga contoh buruk. Maka, generasi ini mesti belajar lebih keras untuk menyaring berbagai informasi di hadapan mereka.
Apakah teks yang disampaikan ini tetap relevan bagi generasi saat ini? Tentu saja. Gereja memiliki pekerjaan rumah yang tak pernah berakhir untuk mengenalkan siapa Kristus dan kasih-Nya kepada dunia. Dan, pondasinya sejak dulu sampai sekarang seturut pengakuan iman kita tak pernah berubah: iman dalam Yesus Kristus sebagai satu-satunya Tuhan dan penyelamat hidup. Dialah jalan, kebenaran dan hidup bagi semua orang yang percaya kepada-Nya. Hanya saja, bagaimana wajah Kristus yang ditampilkan Gereja akan selalu menjadi tantangan bagi kesaksian bergereja.
Melalui surat Ibrani ini, penulis mengingatkan kita bahwa Kristus adalah Imam Agung. Dia dipilih dan diangkat oleh Allah dan memiliki kasih dan kerinduan dalam tugas panggilannya untuk berdoa dan memohon dengan teriakan dan tangis kepada Allah untuk keselamatan umat yang dikasihiNya. Dia adalah perwujudan Allah Maha Kasih yang bisa dilihat dan dirasakan semesta. Dialah Allah yang diam di antara kita dan membuat kita mampu melihat dan mengenal dan memahami Allah. Yang membuat-Nya istimewa dari imam Israel lain yang lemah dengan segala kerapuhannya, adalah Dia sendiri yang bersedia menjadi lemah seperti manusia. Semua itu Dia lakukan karena Dia tahu tak ada yang bisa merangkul Anda dan saya kecuali jika bukan diri-Nya sendiri yang telah datang ke dalam dunia yang dikasihi-Nya ini.
Teladan kasih dan ketaatan Kristus ini yang harus menjadi pegangan bagi orang percaya untuk hidup saat ini. Baik orang muda atau generasi yang lebih tua, kita semua tak boleh sampai kehilangan kepercayaan bahwa harapan, iman dan kasih kita pada Kristus, Sang Juruselamat akan menolong kita mampu menghadapi tantangan seberat apa pun dalam hidup kita. Orang Kristen ditantang untuk tidak cepat menyerah dalam problem kehidupan. Berjuang untuk terus bertumbuh, berakar, dan berbuah menjadi saksi kebaikan dan kuasa Allah dalam hidup keseharian. Siapa yang menginspirasi kita? Tentunya Kristus, Juruselamat kita yang Maha Kasih dan sudah mempersembahkan hidup-Nya karena Dia begitu mengasihi kita. Semoga kita sanggup meneladani-Nya!
PERTANYAAN UNTUK DISKUSI
- Apa yang bisa Anda pelajari dari hidup dan pelayanan Yesus melalui bacaan kali ini?
Bagikanlah kesaksian Anda: bagaimana iman pada Yesus menolong Anda melalui berbagai kesulitan hidup!