Saling Menghargai

Manusia tidak dapat hidup sendiri. Ia memerlukan orang lain di dalam hidupnya. Seseorang memerlukan teman, sahabat, orangtua, anak, suami, istri, pemimpin dan orang lain yang menolong bahkan membentuk hidup mereka. Sejak semula bahkan Allah sudah berkata bahwa tidak baik jika manusia itu seorang diri. Mengapa kita perlu kehadiran orang lain? Karena kita didewasakan melalui mereka (Amsal 27:17). Kita perlu orang lain sebagai obyek kasih kita (Lukas 6:31) maupun menerima kasih dari mereka. Inilah yang disebut saling menghargai.

               Salah seorang Pahlawan Nasional Indonesia asal Sulawesi Utara Dr. Sam Ratulangi dalam filsafatnya mengatakan : “Sitou Timou Tomou Tou”, yang artinya : manusia baru disebut manusia apabila sudah memanusiakan manusia yang lain.

Perkataan ini mempunyai makna bahwa keberadaan seseorang akan memilki arti apabila kehidupannya dapat bermakna bagi orang lain. Bermakna di sini tentunya dalam arti memberi dampak positif, bukan sebaliknya.

Bagaimana caranya agar kita dapat saling menghargai?

1. Saling Menerima

Sebab itu terimalah satu akan yang lain, sama seperti Kristus juga telah menerima kita, untuk kemuliaan Allah. (Roma 15:7) Kita perlu saling menerima satu dengan yang lain dengan apa adanya, bukan “ada apanya”. Kita tulus menerima kelebihan mereka tanpa perlu iri hati, tapi malah ikut senang dengan keberhasilannya. Kita juga menerima kelemahan/kekurangan mereka tanpa membicarakannya dengan orang lain atau memakai kelemahan itu sebagai kunci untuk menjatuhkan mereka. Dalam 2 Korintus 8:14 dikatakan, justru kelemahan kita ditutupi oleh kelebihan orang lain dan sebaliknya kelemahan orang lain, pasti dapat ditutupi dengan kelebihan kita.

  • Saling Membangun

Sebab itu marilah kita mengejar apa yang mendatangkan damai sejahtera dan yang berguna untuk saling membangun. (Roma 14:19) Mengejar damai sejahtera dan hal yang berguna, berarti membuang kepentingan pribadi dan egoisme (Yakobus 3:16), sebab di mana ada kepentingan pribadi dan ego, pasti ada iri hati. Di mana ada iri hati, pasti ada segala macam perbuatan jahat. Sebagai orang percaya, marilah kita hidup saling menghargai. Saling menghargai atau menghormati berarti memberi nilai yang tinggi kepada orang lain. Jika kita semua hidup saling menghargai berarti semua umat akan memiliki harkat dan martabat sebagai ciptaan Tuhan. Milikilah kasih karena hal itu yang paling utama dan mengikat serta mempersatukan kita. Amin. (PWS)