
BAHAN KRT RABU, 25 AGUSTUS 2021
EFESUS 6:10-20
Anugerah kehidupan yang sedang kita nikmati dari Allah membawa kita pada suatu kenyataan yang indah bahwa (1) kita harus bersekutu dengan Allah; (2) berbagi dalam Kristus dan (3) bersaksi bagi dunia dan masyarakat dimana kita hadir dan berkarya. Namun, harus kita akui bahwa untuk memelihara dan mewujudkan 3 (tiga) dimensi tersebut dalam hidup ini sungguh tidaklah mudah karena ada begitu banyak tantangan dan rintangan yang harus kita hadapi. Bahkan, di tengah pandemi Covid-19 yang bukan hanya merontokkan kondisi fisik kita, tetapi juga nyaris berpotensi besar membunuh persekutuan kita dengan Tuhan, sesama dan dunia ini, kita patut bersyukur bahwa Tuhan selalu beserta dengan kita, dan Ia telah memperlengkapi kita dengan perlengkapan rohani. Penyertaan Tuhan tersebut memampukan kita hidup dalam pimpinan Tuhan dan tetap belajar menjadi pemimpin bagi diri kita sendiri dan juga pemimpin bagi orang lain.
Allah memperlengkapi kita dengan perlengkapan rohani merupakan hal dinyatakan Rasul Paulus melalui bacaan kita hari ini. Ia menulis surat ini dari penjara dan mengingatkan setiap pembacanya agar untuk menahan serangan terhadap iman kita dan berbagai tipu muslihat, maka kita harus bergantung pada kekuatan Allah. Paulus memberi nasihat ini untuk kita sebagai gereja, tubuh Kristus, dan semua orang yang ada di dalam gereja. Seluruh tubuh harus belajar mengangkat senjata untuk melawan kejahatan dengan kekuatan Roh Kudus. Kenakanlah seluruh perlengkapan senjata Allah, supaya kita dapat bertahan dari segala tipu muslihat Iblis.
Dalam rangka tetap berpegang teguh pada tugas dan panggilan kita terutama dalam hal belajar menjadi pemimpin yang ideal seperti keteladanan Kristus, maka kita perlu belajar menjadikan Allah sebagai pemimpin dalam hidup kita. Rasul Paulus menyatakan ada 3 (tiga) cara yang perlu kita lakukan dalam proses menjadikan Tuhan sebagai pemimpin dalam kehidupan kita dan juga sebagai cara menjadi seorang pemimpin yang ideal, yaitu:
- Kita terus belajar memimpin dengan cara menguatkan hati dan pikiran kita, melalui kuasa Allah karena setiap kita dipanggil untuk berjuang sehingga mampu melewati godaan dan tantangan.
- Kita terus belajar memimpin dengan mengenakan perlengkapan senjata Allah, yaitu nilai kebenaran, keadilan, kerelaan, damai sejahtera, dan iman dalam kehidupan kita.
- Kita terus belajar memimpin dengan tidak jemu-jemu berdoa setiap waktu. Tentu saja doa yang bukan hanya berpusat pada diri kita sendiri melainkan doa yang menunjukkan kepedulian dan cinta kasih kita terhadap orang-orang di sekitar kita.
Kita perlu terus belajar percaya bahwa Allah di dalam Tuhan Yesus lebih berkuasa daripada hal-hal yang jahat di dunia ini. Sebagai seorang yang belajar dipimpin oleh Allah, maka kita jangan pernah terbiasa membiarkan diri kita terjebak pada tipu muslihat iblis. Namun, sebaliknya kita menggunakan segala perlengkapan senjata Allah sehingga kita berani menyatakan nama Allah dalam setiap laku hidup kita dan berani menghadapi setiap tantangan dan cobaan yang ada di depan kita. Kita yakin Tuhan memimpin kita dan kita dengan rendah hati belajar memimpin diri dan keluarga kita untuk maju melawan segala tipu muslihat iblis yang penuh kejahatan. Seorang yang mau menjadi pemimpin yang ideal harus selalu belajar mengandalkan kekuatan Allah, Sang Pemimpin yang Ideal yang harus didengar dan ditaati dengan menggunakan segenap potensi, talenta dan karunianya.
PERTANYAAN UNTUK DISKUSI
- Menurut saudara, seberapa penting perlengkapan rohani yang dinyatakan Rasul Paulus dalam bacaan kita untuk kehidupan kita saat ini ?
- Apa tantangan terbesar dalam upaya saudara hidup bersekutu dengan Allah; berbagi dalam Kristus dan bersaksi bagi dunia dan masyarakat?
- Apakah ada contoh konkret kepemimpinan Tuhan yang ideal yang pernah saudara alami/rasakan yang sangat menginspirasi dan mentransformasi hidup saudara ?
(ASR)