EFESUS 4:1-16
BAHAN KRT, RABU 4 AGUSTUS 2021
Lagu anak dengan judul “Pelangi” merupakan salah satu lagu terpopuler ciptaan AT Mahmud dengan lirik sebagai berikut:
Pelangi-pelangi, alangkah indahmu. Merah kuning hijau, di langit yang biru
Pelukismu agung, siapa gerangan, pelangi-pelangi ciptaan Tuhan
Melihat pelangi yang “muncul” setelah hujan, tentu sangatlah indah. Warna pelangi yang paling sering terlihat adalah merah, jingga, kuning, hijau, biru, nila dan ungu (mejikuhibiniu). Warna pelangi yang disebabkan oleh kombinasi pembiasan dan pantulan cahaya matahari oleh tetesan air di atmosfer. Tuhan menciptakan Pelangi itu dengan begitu indah karena terangkai melalui warna nya yang berbeda-beda, sehingga membentuk harmoni. Bisakah kita juga melihat perbedaan-perbedaan yang ada dalam kehidupan kita, membentuk kehidupan yang indah, karena saling melengkapi, saling berkontribusi satu dengan yang lain. Sama seperti pelangi yang terdiri dari warna-warna yang berbeda-beda, perbedaan dalam kehidupan manusia (dalam ke-khas-an masing-masing) adalah karya Tuhan.
Rasul Paulus menuliskan surat ini, ketka ia berada di dalam penjara. Mendengar jemaat Efesus yang ada dalam masalah. Masyarakat Efesus pada saat itu masih melakukan penyembahan kepada Dewa Yunani juga menyembah Kaisar. Rasul Paulus mengingatkan bahwa mereka harus menyembah kepada Kristus. “Seluruh alam, baik yang di sorga maupun di bumi, menjadi satu dengan Kristus sebagai kepala”. Kiasan yang dipakai oleh Paulus adalah satu tubuh dan Kristus adalah kepalanya.
Dalam Pembacaan kita ini, Paulus menggunakan gambaran bahwa gereja adalah tubuh Kristus dan Kristus adalah kepala. Gereja di Efesus yang terdiri dari banyak anggota dengan berbagai karunia yang dimiliki. Dalam kehidupan pelayanan di Efesus, ada anggota gereja sebagai rasul-rasul atau nabi-nabi, pemberita-pemberita Injil, Gembala-gembala dan pengajar-pengajar, dan semuanya mempunyai peran yang berbeda-beda. Memperlihatkan tentang “kekayaan orang Kristen di dalam Kristus”, Kekayaan yang adalah anugerah Tuhan bagi gereja, atau dengan kata lain perbedaan itu adalah kekayaan yang dianugerahkan Tuhan.
Karena itu dalam “kekayaan yang dimiliki oleh Gereja, yang diingatkan adalah pertama: Saling membantu (dalam bahasa Yunani adalah anecomai, yang berarti sabar terhadap, menerima, menahan. Dalam perbedaan yang ada, saling menerima menjadi sangat penting untuk dilakukan, ditengah perbedaan yang ada sangat mungkin menimbulkan persinggungan sehingga yang dibutuhkan adalah sabar terhadap masalah yang bisa muncul, mampu menahan sehingga tidak menimbulkan permusuhan ataupun kebencian. Kedua: Ditengah perbedaan yang ada, diingatkan akan satu tubuh, satu Roh, satu Tuhan, satu iman, satu baptisan, satu Allah dan Bapa dari semua. Dalam perbedaan yang ada, tetap terikat dalam kesatuan. Perbedaan yang ada jangan sampai merusak bahkan menghancurkan kesatuan yang ada. Ketiga: Dari Kristuslah maka seluruh tubuh rapi tersusun dan diikat menjadi satu. Ini yang akan menguatkan seluruh anggota untuk terus menerima pertumbuhan dan membangun dirinya dalam kasih. Tentu setiap orang ditengah perbedaan yang ada, harus mengerahkan seluruh kemampuan supaya bermanfaat bagi pertumbuhan dan membangun diri.
Bagian Alkitab ini mengingatkan kita bahwa di manapun kita akan menemukan perbedaan. Perbedaan itu ada dalam keluarga, di dalam gereja, di sekolah, di tempat pekerjaan bahkan dalam masyarakat luas. Perbedaan bukan hendak disamakan sehingga tidak ada perbedaan, tapi perbedaan itu merupakan kekayaan yang berguna untuk membangun kehidupan. Pelangi itu indah, perbedaan itu anugerah. Sebagaimana anggota dari satu tubuh tiap anggota berbeda tidak sama tetapi harus hidup bersama-sama, bersinergi, serasi agar hidup persekutuan menjadi bermakna taat kepada sang kepala yakni Yesus Kristus.
PERTANYAAN UNTUK DISKUSI
- Bagaimanakah menyikapi perbedaan yang ada dalam kehidupan kita?
- Menurut anda, dampak negatif apakah yang dialami ketika kita tidak bisa saling menerima ditengah perbedaan yang ada?
- Menurut anda, dampak positif apakah yang dialami ketika kita tidak bisa saling menerima di tengah perbedaan yang ada?
(RTM)