MENYUARAKAN KEBENARAN

Dalam tiap-tiap hal yang memerlukan kebijaksanaan dan pengertian, yang ditanyakan raja kepada mereka, didapatinya bahwa mereka sepuluh kali lebih cerdasdari pada semua orang berilmudan semua ahli jampi di seluruh kerajaannya. (Daniel 1:20)

Dalam kehidupan nyata saat ini, kebebasan menyampaikan pendapat begitu bebas baik melalui sarana media sosial, demontrasi, media cetak dan elektronik. Berbagai ungkapan yang disampaikan beragam mulai kehidupan politik, sosial, kemanusiaan dan masih banyak lagi tentang isu-isu hangat saat ini. Kesempatan tertentu, adakalanya konten atau isi ungkapan yang disampaikan masih belum dapat membedakan mana yang bentuk kritik atau bukan dan masih banyak ke hal-hal yang sifatnya nyinyir, fitnah dan kebencian. Membedakan antara kritik, nyinyir, fitnah dan kebencian masihlah banyak yang belum dapat ditempatkan pada tempatnya.

Kisah dalam Daniel 1:1-21 ini bagaimana sosok Daniel bersama Hananya, Misael dan Azarya begitu kuat memegang prinsip kehidupan mereka dalam menjalankan panggilan sebagai pribadi yang taat kepada Tuhan. Dalam kesempatan tertentu sebagai anak muda yang taat kepada Tuhan harus berhadapan pada situasi dimana mereka tidak ingin memakan dan minum sesuatu yang menajiskan. Daniel berketetapan untuk tidak menajiskan dirinya terhadap makanan dan minuman yang diberikan Raja karena Daniel takut akan Tuhan sehingga dirinya menjaga prinsip tersebut sebagai kayakinannya kepada Tuhan. Daniel dan teman-temannya merasa perlu menjaga diri mereka untuk konsisten kepada Tuhan sehingga mereka meminta makanan sayur-sayuran.

Daniel bersama rekannya diberkati Tuhan hingga memiliki kebijaksanaan dan pengertian sehingga berhasil meyakinkan raja dengan menunjukkan keberanian untuk mengatakan apa yang mereka anggap benar dan tidak gentar menghadapi situasi yang nyaris menjatuhkan iman percaya mereka.

Dari gambaran kisah ini, beberapa hal yang dapat kita ambil pelajaran, (1). Perlunya hidup dipenuhi kebenaran Tuhan yang dijadikan sebagai pengertian dan pedoman hidup; (2). Memiliki keberanian yang kuat untuk menyatakan kebenaran Tuhan; (3). Menyatakan mana yang berkenan bagi Tuhan atau mana pilihan yang mendatangkan dosa. Tetaplah membangun relasi yang intim dengan Tuhan untuk selalu mendekat kepadaNya setiap saat menjadi dasar dalam bertindak dan menentukan sikap yang benar. Bertindaklah dengan benar sesuai kehendak Tuhan walaupun beresiko seperti yang dialami Daniel bersama rekannya yang pada akhirnya mendapatkan penghargaan dari raja Nebukadnezar. Kita diminta untuk meneladani Daniel dan rekannya untuk tetap focus pada kebenaran walaupun tidaklah mudah. (YMK)

1 thoughts on “MENYUARAKAN KEBENARAN

  1. agus prijatna

    Daniel menjadi contoh utk menyampaikan dan melakukan kebenaran.
    Dalam pengajarannya agar kita sebagai umat Kristen tidak takut walaupun ada resikonya.
    Apakah ini mudah dam bisa dilakukan,karena umat Kristen hidup dengan berlandaskan kepsda Injil.

Komentar ditutup.