Wabah Covid-19 yang melanda negara kita dan semua negara di dunia, yang tidak kita ketahui kapan akan berakhir, telah menyeret manusia ke dalam situasi dan suasana yang sangat memprihatinkan. Banyak orang yang stres, bingung dan putus asa. Penderitaan yang dilahirkan wabah ini bukan hanya menempatkan manusia dalam kebingungan, tetapi juga tindakan nekad, melanggar peringatan yang sudah diberikan dalam berdisiplin di masyarakat, tidak peduli terhadap bahaya, yang sudah diperingatkan. Tetapi ada juga yang jadi serba takut yang berlebihan sehingga menjadi terasing dari orang lain. Hanya melalui medsos saja secara online, sedang untuk menjalankan usaha tidak atau kurang ada kemampuan baik dari segi dana juga keterampilan, Menjadi pertanyaan, bagaimana pengikut Kristus, sebagai orang beriman, harus hidup dan menghadapi situasi dan suasana penuh tantangan yang tidak dapat dengan mudah dikalahkan seperti saat ini? Bacaan kita memberikan pandangan yang didasarkan kepada keyakinan dan fakta yang dialami orang percaya pada zaman itu.
Pembacaan kita hari ini tidak bisa dilepaskan dari keseleruhan fasal 8, dari ayat 1-39. Secara garis besar, inti fasal 8 ini menyatakan beberapa hal: Pertama; kita orang Kristen adalah orang yang berbahagia karena Allah di dalam Krstus sudah memerdekakan kita dari hukum dosa dan hukum maut (ayat 1,2). Kedua; Karena itu pengikut Kristus, tidak lagi hidup dalam kekuasaan daging tetapi dalam kuat kuasa Roh Kudus, melahirkan perbuatan yang sesuai dengan Roh Kudus yang menjadikan kita hidup. Sebaliknya yang hidup menurut kuasa daging akhirya akan mati (ayat 5-11)
Ketiga; bagi orang beriman, sebagai orang yang telah menerima karunia sulung ada harapan kuat, yaitu memperoleh kemuliaan dari Allah. Ada saat dimana orang beriman dinyatakan sebagai yang bebas dari perbudakan dan hidup dalam kemerdekaan sebagai anak-anak Allah penuh kemuliaan (ayat18,23,24). Itulah saat pembebasan tubuh (ayat 23). Keempat; sebagai yang menerima karunia sulung Roh (ayat 23) kita tidak perlu takut terhadap lawan kita sebab tidak akan ada yang dapat memisahkan kita dari kasih Kristus, entah itu penindasan atau kesesakan seperti yang kita alami sekarang dengan kasus Covid-19. Dalam ayat 37-39 dikatakan: “37 Tetapi dalam semuanya itu kita lebih dari pada orang-orang yang menang, oleh Dia yang telah mengasihi kita. 38 Sebab aku yakin, bahwa baik maut, maupun hidup, baik malaikat-malaikat, maupun pemerintah-pemerintah, baik yang ada sekarang, maupun yang akan datang, 39 atau kuasa-kuasa, baik yang di atas, maupun yang di bawah, ataupun sesuatu makhluk lain, tidak akan dapat memisahkan kita dari kasih Allah, yang ada dalam Kristus Yesus, Tuhan kita.”
Dalam semua itu, ketika kita sudah dikuasai Roh Kudus, maka hati dan pikiran kita akan terbuka. Kita tidak memikirkan hanya diri kita sendiri tetapi juga orang lain dalam penderitaan mereka. Siapa yang dikuasai Roh, dia akan dikuasai jiwa Kristus yang datang kedunia menjadi korban bagi kepentingan umat manusia yang menderita karena dosa.
PERTANYAAN UNTUK DISKUSI
- Hidup yang bagaimanakah yang memungkinkan kita senantiasa (supaya kita) dipenuhi kuasa Roh Kudus?
- Kalau kita sudah dikuasai Roh Kudus buah-buah bagaimana yang akan nampak jelas terjadi dalam diri kita?
- Apakah sebagai orang yang telah dikuasai Roh Kudus terbebas dari keluhan? Kalau sama- juga bisa mengeluh, apa bedanya keluhan orang beriman dan yang tidak beriman yang hidupnya masih dikuasai daging?
(HAD)