KASIH BUKAN SEKEDAR SLOGAN, TAPI TINDAKAN

1 YOHANES 4 : 7-21

Konon energi yang diperlukan untuk mengayunkan sebuah tongkat golf dan sebuah cangkul sama besarnya. Tapi, mengapa orang-orang kaya lebih suka mengayunkan tongkat golf-nya ketimbang mengayunkan cangkul? Dan sebaliknya, seorang petani pasti lebih memilih mengayunkan cangkulnya ketimbang tongkat golf! Tentunya sudah dapat diduga, bahwa orang-orang kaya mengayuh tongkat golf untuk kesenangan, hobby dan prestise; sedang Pak Tani lebih memilih menganyunkan cangkulnya untuk kelangsungan hidupnya. Inilah letak MOTIVASI. Motivasi adalah energi penggerak yang mendorong manusia untuk melakukan suatu tindakan tertentu. Karena itu, bisa saja terjadi dua orang melakukan tindakan yang sama namun dengan motivasi yang berbeda. Motivasi memang tak mudah begitu saja dikenali, namun dapat direfleksikan.

Bacaan kita hari ini adalah bagian teks tulisan Yohanes yang memuat pokok pikiran yang sangat padat dan rapat, membahas tentang kasih. Menurut penulis 1 Yohanes, Allah adalah sumber segala kasih dan manusia yang mengasihi berasal dari Allah dan mengenal Allah (ay.7). Sebaliknya, manusia yang tidak mengasihi pastilah tidak mengenal Allah (ay.8). Logika 1 Yohanes ini menarik karena menyatakan bahwa Allah-lah yang seharusnya menjadi motivasi dasar bagi manusia untuk mengasihi. Lebih lanjut, penulis bahkan menegaskan jika ada orang yang mengaku mengasihi Allah namun membenci saudaranya, ia adalah pendusta (ay.20). Jadi, pengenalan akan Allah secara otomatis membuat manusia berpikir dan bertindak berdasarkan kasih. Dari sini jelas, bahwa kasih bukan sekedar slogan. Kasih tak cukup hanya dikhotbahkan, didiskusikan atau dibicarakan saja. Kasih harus diwujudkan dan dibuktikan, sejak dari pikiran, perkataan dan berlanjut kepada tindakan.

Terutama dalam situasi krisis kemanusiaan sebagai dampak dari pandemi Covid-19 yang berkepanjangan, mencerminkan bahwa betapa rapuh dan terbatasnya manusia sebagai makhluk ciptaan Tuhan. Dalam kondisi seperti ini, ada banyak orang yang membutuhkan tindakan nyata dari kasih kita. Dan di dalam kerapuhan tersebut, kita yakin bahwa Allah tidak akan membiarkan kita di dalam kerapuhan dan kerentanan kita. Ia adalah Allah yang mencintai kehidupan dan bukan kematian. Itulah sebabnya Ia pun rela memasuki kerapuhan manusia dan rela menderita dalam penderitaan putra-Nya: Yesus Kristus untuk mengalami kerapuhan dan kerentanan kita (bnd. Roma 5 : 5-11).

Kita percaya bahwa Allah kita adalah Allah yang penuh belas-kasih. Kasih derita, demikian C. S. Song (teolog Asia) dalam bukunya, Allah yang Turut Menderita. Allah penuh belas-kasih itu sedang menderita dan menangis bersama kita di tengah-tengah krisis kemanusiaan yang kita hadapi. Kita harus berakar dalam iman dan pengharapan kepada Allah Kehidupan yang menyelamatkan kita berdasarkan kasih-Nya. Hiduplah dalam iman dan pengharapan sehingga kita dapat bertindak secara rasional dan berhikmat dalam membagi Kasih Penyelamatan Allah yang tak bertepi dalam situasi krisis global sekarang. Karena Allah memang mengasihi semua orang dan baik bagi semua orang tanpa membedakan identitas keagamaan, kesuku-bangsa-an, dan identitas-identitas politik (bnd. Mazmur 145:9a; Yohanes 3:16).  Kita percaya sesungguhnya Allah Kehidupan itu sedang ikut menderita dan menangis bersama kita. Ia tidak meninggalkan kita. Inilah pokok pengharapan kita. Oleh karena itu kita pun percaya bahwa Ia yang ikut menderita itu akan mengangkat kita dari krisis kemanusiaan yang tengah kita alami, sehingga pandemi tidak lagi berkuasa atas hidup kita melainkan Kasih Allah yang Tak Bertepi itulah yang berkuasa atas kehidupan kita setiap hari! (bnd. Mazmur 7:20b).

PERTANYAAN UNTUK DISKUSI

  1. Saudara-saudara, apakah yang menjadi sumber energi penggerak hidup kita? Jika belum sempat dipikirkan, mari sejenak berhenti, berefleksi dan menilai diri. Sudahkah Allah menjadi sumber motivasi?
  2. Apakah Kasih yang kita hayati selama ini baru dalam lingkup slogan saja atau sudah dalam bentuk tindakan nyata?
  3. Buat analisis situasi secara sederhana, peristiwa atau kejadian apa yang saat ini sedang terjadi dan dialami di sekitar kita dan wujud tindakan apa yang sangat dibutuhkan oleh sesama kita? Lalu tindakan apa yang bisa kita lakukan?

      (AFB)