MASIH ADA IMAN KEPADA ALLAH

Bahan KRT – Rabu, 3 Maret 2021
ROMA 4:13-25MASIH ADA IMAN KEPADA ALLAH
Catacombe di Priscilla (Roma, Italia) - Review - Tripadvisor

Kita akan memulai pembahasan Roma 4 : 13-25 dari ayat 24 dan 25. Pada kedua ayat itu kita bisa mengetahui maksud surat ini ditulis, yaitu agar setiap orang menjadi percaya kepada Allah yang telah membangkitkan Yesus, Tuhan kita dari antara orang mati. Kita diajarkan percaya kepada Allah Yang Mahakuasa, Allah yang pasti menetapi janji-Nya, sebagaimana bacaan hari Minggu yang lalu tentang Perjanjian Allah dengan Abraham. Ke-Mahakuasa-an Allah dinyatakan dalam kebangkitan Yesus dari antara orang mati. Sikap percaya yang demikian membuat kita menjadi yang dibenarkan oleh Allah (ayat 23-24). Untuk menyampaikan ajarannya itu penulis membukanya dengan mengisahkan sikap hidup Abraham di hadapan Allah.

Satu fakta hidup Abraham yang disebut penulis ini adalah pada ayat 19, “Imannya tidak menjadi lemah, walaupun ia mengetahui, bahwa tubuhnya sudah sangat lemah, karena usianya telah kira-kira seratus tahun, dan bahwa Rahim Sara telah tertutup.” Kalau kita memerhatikan bacaan hari Minggu lalu Kejadian 17 : 1-7 ternyata sikap percaya Abraham itu terjadi saat penampakkan kedua Allah ketika menyampaikan perjanjian-Nya dengan Abraham.  Saat itu memang Abraham telah punya anak dari Hagar bernama Ismael. Tetapi Abraham masih berharap dan percaya janji Allah bahwa Sara akan mengandung dan melahirkan anaknya seperti yang Allah janjikan. Kita bisa mengetahui sikap Abraham itu pada Roma 4:20, “Tetapi terhadap janji Allah ia tidak bimbang karena ketidakpercayaan, malah ia diperkuat dalam imannya dan ia memuliakan Allah, dengan penuh keyakinan, bahwa Allah berkuasa untuk melaksanakan apa yang telah Ia janjikan.” Itulah kenapa kita tahu sikap Abraham yang demikian sebagai sikap yang benar atau kebenaran.

Perenungan kisah Abraham oleh penulis Kitab Roma 4 : 13-25 ini membawa kita kembali meneguhkan iman kita bahwa sikap yang benar adalah ketika kita masih percaya kepada Allah yang telah membangkitkan Yesus dari antara orang mati. Allah Yang Mahakuasa yang patut kita percayai setiap janji-janji-Nya. Sekalipun bisa saja kita sedang benar-benar merasakan kesulitan melihat sebuah kelepasan dalam pergumulan kita. Di saat itu terkadang iman kita menjadi goyah atau lemah. Seolah kita bertanya, “apakah Tuhan masih bisa kupercayai dalam hidupku ini, terkhusus di saat mengalami dampak Covid-19 ini bagi hidup pribadi dan keluarga ? ”.

Hidup kita ada dalam bingkai hukum alam yang serba terbatas,  juga tak lepas dari kelemahan, juga kemampuan kita sebagai manusia. Bersyukur Tuhan hadir menolong segala keterbatasan pengetahuan dan kemampuan kita. Tuhan yang maha kasih dan maha kuasa berjanji hadir sebagai pencipta dan juruselamat manusia. Itu sebabnya Alkitab kita bernama Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru.

PERTANYAAN UNTUK DISKUSI

  1. Kalau sikap Abraham ternyata tidak percaya janji Allah akan memberikan keturunan karena faktanya Rahim Sara telah tertutup,  apakah sikap Abraham itu salah? Jelaskan.
  2. Apa yang membuat Abraham justru tetap percaya dan memuliakan Allah ?
  3. Masih adakah Iman dalam diri Anda menjalani hidup ini?  Kenapa? Jelaskan.  (TRP)