Bacaan dari Matius 21 : 33-46
“Hidup ini akan dipertanggungjawabkan”
Dosa dimulai ketika manusia berusaha untuk memiliki hidupnya, dan menjadi tuan atas hidupnya sendiri seraya melepaskan diri dari Tuhan. Ia akan mulai melihat sesama sebagai saingan, dan bukan sebagai saudara. Dengan cara demikian, hidup bersama menjadi serupa neraka, penuh konflik, sirik dan intrik. Inilah yang terjadi pada Kain dan Habel, juga pada Yusuf dengan saudara-saudaranya. Kisah serupa dilukiskan Yesus dengan perumpamaan pemilik kebun anggur yang menyerahkan kebunnya ke tangan penyewa. Namun, si penyewa tidak ingin berbagi hasil panen, membunuh setiap utusan dan putera pemilik kebun.
Perumpamaan itu dimaksudkan untuk para pemimpin Yahudi saat itu. Namun perumpamaan yang serupa masih relevan untuk para pejabat sepanjang zaman, termasuk saat ini. Kita harus menyadari bahwa jabatan itu hanya mandat atau kepercayaan dari Tuhan. Bahkan, kehidupan yang kita miliki merupakan anugerah dari Tuhan yang patut kita pertanggungjawabkan kepada-Nya.
Apakah hidup saya sungguh berbuah bagi Tuhan, ataukah hanya untuk dinikmati sendiri ? Apakah jabatan saya di rumah, di tempat kerja, di sekolah, di Gereja saya gunakan sesuai amanah yang Tuhan berikan? Apakah saya menerima kehadiran Yesus, Putera Allah dengan terbuka untuk senantiasa mengingatkan misi yang Tuhan berikan pada saya? Pertanyaan-pertanyaan itu seharusnya menjadi bahan perenungan kita sepanjang hari ini.
Tuhan, ajarlah aku untuk mawas diri setiap saat, agar tidak main kuasa, namun selalu rendah hati menggunakan hidup dan jabatanku untuk melayani sesama sesuai dengan kehendak-Mu. Amin. (TSR) Disalin dari sumber : Ziarah Batin 2018, Penerbit OBOR Indonesia.