2 Korintus 12:9
“Bila topan k’ras melanda hidupmu, bila putus asa dan letih lesu, berkat Tuhan satu- satu hitunglah, kau niscaya kagum oleh kasih Nya; Dalam pergumulanmu di dunia, janganlah kuatir Tuhan adalah! Hitunglah berkat sepanjang hidupmu, yakinlah malaikat menyertaimu. Reff: Berkat Tuhan mari hitunglah, kau kan kagum oleh kasih Nya, berkat Tuhan mari hitunglah, kau niscaya kagum oleh kasihNya” KJ 439 : 1 & 4
Dalam menjalani kehidupan di dunia, kita pasti mengalami begitu banyak topan badai yang menghantam diri kita. Sebagai orang Kristen, bukan serta merta hidup kita dijamin mulus lancar tanpa masalah. Seringkali kita berpikir naif bahwa drama kehidupan yang banyak terjadi di sekitar kita tidak akan terjadi pada diri kita yang adalah orang Kristen. Justru karena kita orang Kristen, badai pencobaan itu akan semakin keras menerpa hidup kita. Yang membedakan kita dengan orang lain adalah kita sudah tahu bahwa kita harus senantiasa berjaga-jaga (1 Petrus 5:8), iblis akan terus berupaya menyerang dan mencobai kita lewat berbagai cara, yang halus, terselubung dan logis!
Setiap orang mengalami topan badai yang berbeda beda satu dengan lainnya, ada yang berkaitan dengan keuangan, dengan kesehatan, dengan keluarga dan lain sebagainya. Saat ini kita semua mengalami satu badai yang sama, yaitu badai pandemic Covid-19, dan 1 badai ini mengakibatkan badai-badai lainnya dalam diri kita masing- masing. Ada begitu banyak impian, harapan, rencana yang harus berubah, tertunda, bahkan gagal. Begitu banyak kisah kehilangan mata pencaharian, kesulitan untuk beribadah, keterbatasan untuk melakukan pelayanan, bahkan kehilangan anggota keluarga yang dikasihi.
Ada banyak rasa yang berkecamuk dalam hati, namun yang pasti bukan rasa bahagia. Rasa takut, kecewa, bimbang, lelah bahkan putus asa begitu banyak mendominasi hati dan pikiran kita saat ini. Dalam badai yang mendera kita seakan tanpa henti dan berujung ini, kita mungkin merasa kecewa dan sangsi akan kasih dan kuasa Tuhan pada umat Nya. Cobalah untuk tidak berfokus pada diri sendiri, lihatlah sekeliling kita dan renungkanlah bagaimana tangan Tuhan selama ini memelihara kita, hitunglah berkat Nya, dan sungguh kita akan kagum akan betapa luar biasanya Tuhan itu. Seringkali kita dibutakan oleh kerakusan dan sifat dasar kita yang tidak pernah puas, sehingga sekalipun sesungguhnya betapa luar biasa pekerjaan tangan Tuhan dalam hidup kita, kita selalu akan berkata, “iya sih Tuhan, ternyata Tuhan gak pernah meninggalkan saya, TAPI………” Saat topan badai menerpa, kita harus semakin teguh untuk percaya dan berserah pada campur tangan Tuhan dalam menolong kita. Jika kita selalu mengalami kemudahan, segala yang kita pinta selalu dikabulkan, justru kita akan menganggap remeh keberadaan Tuhan sebagai pemilik hidup kita. Matius 6:26 menyatakan betapa Tuhan memelihara burung di langit, apalagi kita manusia umat Nya yang beriman kepada Nya. Orang yang sakit mendapat kesembuhan tentu akan bersyukur, orang yang sedang mengalami kebuntuan dan tiba tiba Tuhan bukakan jalan tentu akan sangat bersyukur. Maka sesuai dengan apa yang tertera dalam 2 Korintus 12:9, justru dalam kesesakan kuasa Tuhan semakin nyata. Untuk apapun topan badai yang sedang menerpa hidup kita saat ini, janganlah kita berputus asa dan undur dari Allah Bapa, tapi tetaplah teguh, berserah dan berpengharapan agar nyatalah kuasa Nya dalam memberkati hidup kita. (STP)