IDENTITAS BARU

Kejadian 32:22-32

Kesetiaan Allah akan janjiNya kepada Abraham bahwa ia akan menjadi berkat bagi segala bangsa (Kejadian 15:5), janji itu diteruskan kepada keturunannya. Allah berkehendak memilih siapa yang akan membawa garis perjanjian untuk mendapatkan berkatNya. Dari anak kembar Ishak dan Ribka, Allah memilih yang bungsu Yakub, bukan yang sulung Esau, sebagaimana kebiasaan dari kebudayaan saat itu, dimana anak tertua menerima berkat terbesar dari warisan dan akan menerima berkat utama yaitu berkat Ilahi. Berkat Allah ialah berdasarkan kasih karunia semata. Allah yang memilih, Ia membenarkan, Allah menguduskan dan Ia menebusnya sesuai dengan kehendak-Nya.

                Yakub memperoleh berkat Tuhan bukan karena kesalehan hidupnya. Yakub memang seorang yang tidak dapat dipercaya karena ia adalah seorang penipu. Ia membeli hak kesulungan Esau (Kej 25:27-34), ia melarikan diri dari tanah perjanjian karena takut, ia membohongi ayahnya (Kej 27), ia memperkaya diri melalui kelicikan (Kej 30:25-26), dan ia melarikan diri dari Haran (Kej 31:20), namun Allah tetap memilihnya.

                Ketika Yakub harus bertanggungjawab atas perbuatannya kepada Esau, Allah terus menguatkan bahwa Ia senantiasa menyertaiNya (Kej 32:1-2). Sampai pada akhirnya Allah sendiri yang mengubah Yakub, seorang yang mengandalkan kekuatannya sendiri menjadi Israel, seorang yang bersandar sepenuhnya kepada kekuatan dan berkat Allah. Bergumul dengan Allah memberi Yakub suatu identitas baru yang membawa perubahan pada dirinya, baik secara spiritual maupun kepribadiannya.                 Kita yang  mengenal Allah telah diubahNya dari manusia lama menjadi manusia baru melalui pengorbanan Kristus di kayu salib. Didalam karya penebusan Kristus, kita diangkat menjadi anak-anak Abraham, sehingga berkat Abraham di dalam iman kita terima  (Gal 3:14).  Marilah kita hidup bersandar sepenuhnya kepada Allah, percaya akan janji-janjiNya dan mencari berkat di dalam Dia. (NGT)