SEPENUHNYA MENJADI MILIK KRISTUS

1 Korintus 6 : 9-20

“…dan bahwa kamu bukan milik kamu sendiri? Sebab kamu telah dibeli dan harganya telah lunas dibayar:”  1 Korintus 6:19-20

Ciri utama orang yang hidup di dalam Kristus adalah tidak lagi memiliki keinginan-keinginan dari dan untuk diri sendiri.  Tetapi bagaimana mungkin orang tidak memiliki keinginan?   Setiap orang pasti memiliki keinginan dan cita-cita. Tetapi maksud dalam hal ini adalah orang yang sudah ditebus dan hidupnya telah dibeli dan dibayar lunas dengan darah Kristus  (menjadi umat tebusan-Nya), harus bersedia menanggalkan keinginan dirinya sendiri dan menyerahkan segala keinginannya kepada kehendak Kristus.  Kata  ‘lunas’  menunjukkan bahwa hidup kita ini bukan milik kita lagi, tetapi sudah menjadi milik Kristus sepenuhnya.  Karena itu segala keinginan dan cita-cita pribadi harus diselaraskan dengan kehendak Kristus.

                Selama kita masih memiliki keinginan atau kehendak pribadi, berarti kita tidak dapat dimiliki sepenuhnya oleh Kristus, sehingga rencana-Nya tak akan bisa digenapi.  Jika kita sudah menyerahkan seluruh kehidupan kita kepada Kristus barulah kita mencapai taraf demikian:  “Aku telah disalibkan dengan Kristus; namun aku hidup, tetapi bukan lagi aku sendiri yang hidup, melainkan Kristus yang hidup di dalam aku.”  (Galatia 2:19-20).  Menjadi milik Kristus berarti segala keinginan diri sendiri sudah disalibkan dengan Kristus!  Jadi, hidup di dalam Kristus itu ada harga yang harus dibayar, banyak hal yang harus ditanggalkan dan dilepaskan.  Inilah yang disebut menanggalkan beban dan dosa!  “…marilah kita menanggalkan semua beban dan dosa yang begitu merintangi kita, dan berlomba dengan tekun dalam perlombaan yang diwajibkan bagi kita.”  (Ibrani 12:1).

                Menanggalkan beban dan dosa artinya melepaskan semua keterikatan dengan kesenangan dunia dan keinginan daging yang bertentangan dengan kehendak Tuhan.  Lalu,  kita  “…melakukannya dengan mata yang tertuju kepada Yesus,”  (Ibrani 12:2), artinya kita menjadikan Kristus sebagai teladan hidup.  Tidak ada cara lain untuk bisa menyenangkan hati Kristus, selain kita harus mematikan segala keinginan diri sendiri, tunduk kepada pimpinan Roh Kudus, dan hidup hanya melakukan kehendak Kristus.

Orang yang hidup sepenuhnya bagi Tuhan, mampu berkata,  “…bukanlah kehendak-Ku, melainkan kehendak-Mulah yang terjadi.”  (Lukas 22:42).Disadur dari Renungan Harian Air Hidup, edisi 7 Juli 2020, dan diedit seperlunya.