HIDUP HANYA BAGI ALLAH DALAM KRISTUS

Roma 6:1-11

Pembacaan kita saat ini yang terambil dari Surat Roma pasal 6:1-11, tentunya tidak dapat dilepaskan dari konteks pasal sebelumnya, yaitu pasal 5. Rasul Paulus menegaskan bahwa orang-orang percaya telah dibenarkan secara cuma-cuma hanya oleh anugerah (berdasarkan kasih karunia atau sola gratia) dari Allah melalui iman kepada Kristus. Rasul Paulus dalam Roma pasal 6, antara lain mempersoalkan dan menolak anggapan yang salah bahwa orang-orang yang percaya boleh berbuat dosa terus dan tetap aman dari hukuman karena anugerah Allah di dalam Kristus Yesus (ayat 1-2).

Rasul Paulus menegaskan suatu kebenaran yang mendasar bahwa orang yang sungguh percaya adalah orang yang hidup ‘di dalam Kristus’ dan telah mati terhadap dosa serta telah berpindah dari alam dosa ke alam hidup baru karena iman dan rahmat di dalam Kristus (ayat 2-12). Kita tahu, bahwa manusia lama kita telah turut disalibkan, supaya tubuh dosa kita hilang kuasanya, agar jangan lagi kita menghambakan diri kepada dosa. Dasar pengajaran ini hendak menegaskan kesatuan bagi orang beriman dengan Yesus melalui kematian dan kebangkitan-Nya. Orang yang dibaptis ke dalam nama Yesus adalah juga dibaptis ke dalam kematian-Nya. Sebagaimana Kristus bangkit dari maut, demikian juga orang percaya akan hidup dalam hidup yang baru dan taat kepada Allah karena anugerah Yesus. Orang beriman yang telah dibenarkan oleh Allah, berkewajiban memelihara Hukum Tuhan sebagai tanda umat yang diselamatkan.

Sebagai orang-orang yang telah dibenarkan oleh kasih karunia Allah, kita  adalah orang-orang yang sedang hidup dalam zona atau kawasan otoritas kasih karunia Allah. Namun kita menyadari bahwa kita masih berada  dalam dunia yang masih dilingkupi dan dikuasai oleh kedagingan yang berdosa. Itu berarti bahwa keberadaan kehidupan kita serentak dibenarkan dan (tetapi) masih berdosa. Karena itu, dengan kuasa Roh Kudus-Nya, marilah memelihara kehidupan yang berpadanan dengan panggilan kasih karunia dengan tidak lagi dikuasai oleh gelora nafsu duniawi yang ada di singgasana. Jangan lagi dosa menguasai hati kita! Seperti seekor binatang atau hewan yang tercebur ke dalam sungai atau kolam, maka ia akan berusaha dengan sekuat tenaga untuk ke luar dari kubangan kolam atau sungai itu, supaya akhirnya dia terbebas dan selamat. Seperti itu pula kita yang masih hidup dalam kubangan dosa, marilah segera bergegas meningggalkan dosa kesayangan masing-masing agar dosa itu tidak lagi menguasai kita. Marilah kita bertobat dari sifat buruk yang dilakukan di tempat (kegelapan) – menuju ke tempat terang Yesus Kristus. Namun, harus dibedakan. Kalau binatang yang tercebur tadi, dia berusaha menyelamatkan dirinya sendiri, tetapi kita manusia dapat selamat bukan karena semata-mata usaha kita, tetapi karena kita diberi anugerah keselamatan oleh dan melalui Yesus Kristus.


Sebagai orang percaya yang telah dibenarkan karena belas-kasih-Nya, marilah mengenakan manusia baru karena persekutuan dengan Yesus Kristus. Berkat kuasa Roh Kudus, marilah tanpa henti-hentinya membarui budi, hati, dan batin agar kemudian hidup kita kini semakin bersesuaian dengan panggilanNya untuk kemuliaan Allah di dalam Kristus Yesus. Dengan cara apa kita bisa membuktikannya bahwa kita adalah orang-orang yang sudah diselamatkan? Jalan yang mungkin dianggap paling sederhana adalah dengan cara menjauhi dosa yang dulu kita lakukan ketika belum mengenal Kristus. Saya yakin kita semua punya kelemahan masing-masing yang rentan bagi kita untuk jatuh dalam dosa. Sebisa mungkin jauhi segala sesuatu yang bisa membuat kita jatuh ke dalam dosa, dan usahakan kita boleh hidup benar dan hidup kudus bagi Tuhan. Ingat bahwa kita telah ditebus dengan harga yang sangat mahal, yaitu dengan darah Yesus Kristus sendiri (lht. 1 Petrus 1:19), sehingga kita pun harus hidup dengan benar dan memuliakan Allah selama kita hidup. 

 UNTUK DIDISKUSIKAN

  1. Bagaimana menerangkan bahwa di satu sisi kita ini sudah ditebus dan diselamatkan oleh Yesus Kristus melalui kematian dan kebangkitanNya, namun di sisi lain, karena kita masih hidup dalam dunia ini, kita pun masih belum sempurna dan masih hidup dalam dosa?
  2. Apa dan bagaimana wujud usaha kita untuk bisa membuktikan bahwa kita ini adalah manusia baru, yang sudah ditebus dan diselamatkan ?  (AFB)