TETAPLAH BERHARAP DAN BERDOA

Pasti kita semua setuju jika komunikasi merupakan hal yang sangat penting bagi kita untuk menyampaikan maksud yang kita inginkan kepada orang lain. Orang lain tidak akan mengerti apa yang kita kehendaki jika kita tidak menyampaikannya dengan cara berkomunikasi, baik secara verbal maupun non verbal, saat ini banyak media yang dapat digunakan untuk berkomunikasi sehingga memudahkan orang untuk berkomunikasi.

Saat ini seolah dunia ini tanpa ada batas, dimanapun kita berada dapat berkomunikasi dengan orang yang kita ajak berkomunikasi bahkan dapat bertatapan muka langsung dengan lawan bicara kita. Begitulah pentingnya berkomunikasi sehingga orang memikirkan bagaimana cara dan media yang dapat digunakan untuk memudahkan orang berkomunikasi.

Jika media dan alat komunikasi sudah sedemikian pesat berkembangnya, ternyata media dan alat komunikasi kita dengan Tuhan dari dahulu hingga saat ini belum berubah, hanya satu media dan alat komunikasi yang digunakan yaitu DOA.

Dalam bacaan kita Tuhan Yesus memberi contoh yang konkret bagaimana Ia berkomunikasi dengan Bapa, bagaimana Ia memohon dan berharap kepada Bapa agar tetap memelihara umat yang percaya kepadanya karena sesaat lagi Tuhan Yesus tidak akan bersama-sama lagi dengan mereka secara fisik di dunia. Ia menyatakan segala permohonanNya dan berdoa “dan Aku tidak ada lagi di dalam dunia tetapi mereka masih di dalam dunia. Dan Aku datang kepadaMu ya Bapa yang kudus, peliharalah mereka dalam namaMu ( ay. 11a.)

Tuhan Yesus tidak membiarkan kita umat yang percaya kepadaNya untuk tinggal di dalam dunia dalam keadaan bimbang, cemas dan tanpa harapan, tetapi Dia berdoa agar kita tetap terpelihara baik iman maupun jasmani kita, oleh sebab itu melalui bacaan kita, kita diingatkan agar kita tetap   hidup   berpengharapan  dan  tetap   tekun   berdoa, walaupun  dunia berkata seolah-olah saat ini semua serba tertutup tidak ada jalan keluar bagi setiap pergumulan kita di tengah pandemi Covid-19 ini, yakinlah Tuhan tidak membiarkan kita dalam kesendirian dan tanpa harapan. Marilah kita tetap setia berdoa dan berharap kepada Tuhan. Karena janji Tuhan Yesus kepada kita umat kepunyaanNya bahwa Ia yang akan memelihara hidup kita. Amin. (SP)