{"id":844,"date":"2020-10-10T12:00:09","date_gmt":"2020-10-10T05:00:09","guid":{"rendered":"https:\/\/bandung.gkp.or.id\/warta\/?p=844"},"modified":"2020-10-10T12:00:09","modified_gmt":"2020-10-10T05:00:09","slug":"mensyukuri-anugerah-allah","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/bandung.gkp.or.id\/warta\/index.php\/2020\/10\/10\/mensyukuri-anugerah-allah\/","title":{"rendered":"Mensyukuri Anugerah Allah"},"content":{"rendered":"\n<p>Filipi 4:1-9<\/p>\n\n\n\n<p>Pada pasal 4:1-9 yang menjadi bahan KRT kita saat ini, Rasul Paulus memulai dengan nasihat-nasihat untuk menjalankan berbagai kewajiban kristiani sebagai berikut:<\/p>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\" type=\"1\"><li>Supaya Jemaat berdiri teguh di dalam iman Kristen yang diyakini (ayat 1).&nbsp;<\/li><\/ol>\n\n\n\n<p>Nasehat serupa itu ditekankan pada pasal 3 : 20 (bacalah). Nasihat berdirilah dengan teguh dalam Tuhan menjelaskan:&nbsp; Sekarang mereka sudah ada di dalam Kristus, dan karena itu mereka harus berdiri teguh di dalam Dia, mantap dan kokoh dalam berjalan dengan-Nya, dan tetap dekat dan setia sampai pada akhirnya. Atau, berdiri dengan teguh dalam Tuhan berarti berdiri dengan teguh dalam kekuatan dan anugerah-Nya, dengan tidak mengandalkan diri dan mengakui ketidakpercayaan diri.<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\"><li>Supaya sehati sepikir dan saling membantu (ayat 2-3)&nbsp;<\/li><\/ul>\n\n\n\n<p>Ada dua orang (orang anggota jemaat-perempuan)&nbsp; yang secara khusus disebut, yakni Euodia dan Sintikhe. Tampaknya Euodia dan Sintikhe saling berselisih paham.&nbsp; Rasul Paulus menasihati&nbsp; supaya&nbsp; mereka sehati sepikir dalam Tuhan (ayat 2). Ia juga meminta bantuan seorang&nbsp; teman setianya yang disebut dengan Sunsugos supaya membantu (mendamaikan) Euodia dan Sintikhe (ayat 3).<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\"><li>Supaya mereka bersukacita dan bergembira dengan hati yang kudus di dalam Tuhan (ayat 4). Segala sukacita kita harus bertumpu pada Allah (band. : Mazmur 37:4; 104:34). Pada Allah ada kecukupan yang dapat membuat kita bersukacita dalam keadaan-keadaan yang terburuk sekalipun di bumi ini (Mazmur 94:19).&nbsp;<\/li><\/ul>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\"><li>Supaya bersikap ramah dan lembut, dan bersikap baik terhadap saudara-saudara<\/li><\/ul>\n\n\n\n<p>(ayat 5).&nbsp; Dalam hal-hal yang tidak begitu penting, janganlah bersikap berlebih-lebihan. Hindarilah sikap ingin benar sendiri dan bermusuhan. Nilailah satu sama lain dengan kasih.\u201d Alasannya adalah, Tuhan sudah dekat! Renungan akan dekatnya kedatangan Tuan kita, dan pertanggungjawaban kita yang terakhir, haruslah menahan kita untuk tidak memukuli sesama hamba, menopang kita di bawah penderitaanpenderitaan yang tengah kita alami, dan mengendalikan kesukaan-kesukaan kita pada kenikmatan lahiriah. \u201cIa akan mengadakan pembalasan terhadap musuh-musuhmu, dan memberi upah atas kesabaranmu.\u201d<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\"><li>Supaya tidak dikuasai oleh kekuatiran dengan berdoa dan bersyukur (ayat 6-7).<\/li><\/ul>\n\n\n\n<p>Nasihat supaya jangan kuatir&nbsp; sama seperti yang terdapat dalam&nbsp; Matius 6: 25 (bacalah).&nbsp; Sebagai penangkal ampuh melawan kekuatiran, Rasul Paulus menasihat&nbsp; supaya&nbsp; berdoa kepada Allah&nbsp; dengan disertai ucapan syukur. Dalam berdoa berbagai hal dapat disampaikan kepada Allah dengan disertai, sekali lagi, ucapan syukur. Dengan pola berdoa yang seperti ini, maka kita akan dihantar masuk ke dalam damai sejahtera Allah, yang melampau segala akal.<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\"><li>Nasihat peneguhan bahwa damai sejahtera Allah tadi sungguh berisi hal-hal yang melampaui segala akal, sehingga manusia memiliki pikiran, sikap dan tujuan hidup dengan arah yang baik dan jelas. Semua itu telah diterima dan didengar dan dipelajari oleh anggota Jemaat Filipi karena pemberitaan Injil, Kabar Baik dari Allah di dalam Yesus Kristus sebagai anugerah, yang telah dilakukan oleh rasul Paulus, baik melalui ucapan maupun cara hidupnya (ayat 8). Oleh karena itu, kinilah saatnya Jemaat Filipi dengan penuh syukur terpanggil untuk mewujudkan berbagai muatan damai sejahtera Allah yang melampaui segala akal dan sebagai anugerah Allah dalam Yesus Kristus tadi (ayat 9). Nasihat peneguhan inilah yang dengan penuh keyakinan dan sukacita inilah yang rasul Paulus sampaikan kepada jemaat buah sulung misinya, meski ia sendiri sedang berada di penjara.&nbsp;<\/li><\/ul>\n\n\n\n<p><strong>&nbsp;Untuk didiskusikan:<\/strong><\/p>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\" type=\"1\"><li>Sukacita apakah yang Saudara rasakan menjadi atau sebagai orang Kristen?<\/li><li>Dampak positif apakah yang akan Saudara dapatkan dengan pola berdoa yang disertai ucapan syukur, meski sedang berada dalam situasi hidup yang mengkuatirkan? <strong>(ARS)<\/strong><\/li><\/ol>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Filipi 4:1-9 Pada pasal 4:1-9 yang menjadi bahan KRT kita saat ini, Rasul Paulus memulai dengan nasihat-nasihat untuk menjalankan berbagai kewajiban kristiani sebagai berikut: Supaya Jemaat berdiri teguh di dalam &#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":822,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"nf_dc_page":"","om_disable_all_campaigns":false,"_monsterinsights_skip_tracking":false,"footnotes":""},"categories":[10],"tags":[],"class_list":["post-844","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-bahan-krt"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/bandung.gkp.or.id\/warta\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/844","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/bandung.gkp.or.id\/warta\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/bandung.gkp.or.id\/warta\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/bandung.gkp.or.id\/warta\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/bandung.gkp.or.id\/warta\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=844"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/bandung.gkp.or.id\/warta\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/844\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":845,"href":"https:\/\/bandung.gkp.or.id\/warta\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/844\/revisions\/845"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/bandung.gkp.or.id\/warta\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/822"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/bandung.gkp.or.id\/warta\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=844"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/bandung.gkp.or.id\/warta\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=844"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/bandung.gkp.or.id\/warta\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=844"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}