{"id":523,"date":"2020-07-25T10:20:36","date_gmt":"2020-07-25T03:20:36","guid":{"rendered":"https:\/\/bandung.gkp.or.id\/warta\/?p=523"},"modified":"2020-07-25T10:20:36","modified_gmt":"2020-07-25T03:20:36","slug":"mencintai-firman-tuhan-dan-memberitakan-kebenaran-nya","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/bandung.gkp.or.id\/warta\/index.php\/2020\/07\/25\/mencintai-firman-tuhan-dan-memberitakan-kebenaran-nya\/","title":{"rendered":"MENCINTAI FIRMAN TUHAN DAN MEMBERITAKAN KEBENARAN-NYA"},"content":{"rendered":"\n<p><strong>Mazmur 119:129-136<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Mazmur 119 berbicara mengenai kebahagiaan orang yang hidup menurut taurat Allah dan secara khusus menggambarkan tentang bagaimana relasi manusia dengan Tuhannya. Hal itu tergambar jelas dalam pengalaman Pemazmur yang tentu saja menjadi gaya hidupnya, antara lain:<\/p>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\" type=\"1\"><li>Pemazmur memiliki gaya hidup yang selalu kagum dan memuji Allah<\/li><li>Pemazmur memiliki gaya hidup yang selalu rindu akan Firman Allah<\/li><li>Pemazmur memiliki gaya hidup yang selalu percaya pada kuasa dan kebenaran Firman Allah.<\/li><\/ol>\n\n\n\n<p>Seperti keteladanan hidup Pemazmur, maka setiap kita juga perlu belajar&nbsp; memiliki gaya hidup yang juga cinta pada Firman Tuhan dan memberitakan kebenaran-Nya. Dengan belajar cinta pada kebenaraan Firman Allah,&nbsp; maka tentu kita pun akan mengenal siapa Allah kita dan apa kehendak-Nya dalam kehidupan kita.&nbsp; Melalui Firman Allah, kita akan belajar menghayati hal kerajaan sorga lalu kemudian kita memberitakannya kepada mereka yang terhilang dan terluka. Pengakuan pemazmur dalam bacaan kita saat ini telah mengingatkan kita betapa berharganya belajar memperhatikan Firman Allah karena Firman Allah dapat menjadi peringatan, menjadi pelita dan terang bahkan mampu memberi pengertian kepada orang bodoh yang tak berhikmat.<\/p>\n\n\n\n<p>Demikian juga dalam kehidupan kita sebagai umat Tuhan. Mengaku percaya bukan hanya sebatas ucapan, akan tetapi lebih kepada penyerahan diri yang penuh dan berani, memegang Firman Tuhan dalam kehidupan sehari-hari. Menghadapi karya keselamatan Tuhan selalu ada bagi setiap orang yang mau membuka diri dan melakukan perintah Tuhan. Mari kita meneladani sikap hidup pemazmur yang senantiasa mendekat kepada Tuhan.<\/p>\n\n\n\n<p>Salah satu wujud kehadiran Tuhan dan Kerajaan-Nya adalah orang yang hidup dalam terang Firman Allah tidak juga membenci orang-orang jahat tetapi sebaliknya ia harus belajar berdoa agar mereka yang jahat itu mengalami pertobatan dan beroleh keselamatan. Namun kita juga jangan sampai lupa memohon kekuatan dari Tuhan agar kita dilindungi, dikuatkan, dan diberkati senantiasa untuk memberitakan Kerajaan Allah. Percayalah, Firman Allah adalah wujud kehadiran Tuhan dan Firman Allah selalu dapat menuntun kita untuk hidup dalam kebenaran. Jangan pernah lelah mencintai Allah dan kebenaran-Nya.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>UNTUK DIDISKUSIKAN<\/strong><\/p>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\" type=\"1\"><li>Menurut saudara, apa arti sesungguhnya mencintai Firman Tuhan itu?<\/li><li>Apa kendala dan tantangan terbesar saudara dalam upaya memberitakan Kerajaan Surga? (ASR)<\/li><\/ol>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Mazmur 119:129-136 Mazmur 119 berbicara mengenai kebahagiaan orang yang hidup menurut taurat Allah dan secara khusus menggambarkan tentang bagaimana relasi manusia dengan Tuhannya. Hal itu tergambar jelas dalam pengalaman Pemazmur &#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":44,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"nf_dc_page":"","om_disable_all_campaigns":false,"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"footnotes":""},"categories":[10],"tags":[],"class_list":["post-523","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-bahan-krt"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/bandung.gkp.or.id\/warta\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/523","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/bandung.gkp.or.id\/warta\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/bandung.gkp.or.id\/warta\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/bandung.gkp.or.id\/warta\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/bandung.gkp.or.id\/warta\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=523"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/bandung.gkp.or.id\/warta\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/523\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":524,"href":"https:\/\/bandung.gkp.or.id\/warta\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/523\/revisions\/524"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/bandung.gkp.or.id\/warta\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/44"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/bandung.gkp.or.id\/warta\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=523"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/bandung.gkp.or.id\/warta\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=523"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/bandung.gkp.or.id\/warta\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=523"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}