{"id":494,"date":"2020-07-15T15:07:50","date_gmt":"2020-07-15T08:07:50","guid":{"rendered":"https:\/\/bandung.gkp.or.id\/warta\/?p=494"},"modified":"2020-07-15T15:07:50","modified_gmt":"2020-07-15T08:07:50","slug":"penjelasan-tambahan-krt-roh-kudus-dan-hidup-yang-berbuah","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/bandung.gkp.or.id\/warta\/index.php\/2020\/07\/15\/penjelasan-tambahan-krt-roh-kudus-dan-hidup-yang-berbuah\/","title":{"rendered":"Penjelasan Tambahan KRT: \u201cRoh Kudus dan Hidup yang Berbuah\u201d"},"content":{"rendered":"\n<p>Roma 8:1-11<\/p>\n\n\n\n<p>KRT Rabu, 15 Juli 2020<\/p>\n\n\n\n<p>Hari ini, Rabu 15 Juli, tema KRT kita adalah \u201cRoh Kudus dan Hidup Yang Berbuah\u201d. Saya sendiri tidak akan menjelaskan secara rinci, sebab bahan bacaan kita sudah sangat jelas. Begitu juga dengan tema KRT hari ini, yang menegaskan bahwa setiap kita harus hidup di dalam Roh dan berbuah di dalam kehidupan.<\/p>\n\n\n\n<p><br>Hidup itu sendiri adalah pemberian. Kita hidup oleh Roh Allah. Roh yang memerdekakan kita dari dosa dan maut, melalui karya pengorbanan Yesus di kayu Salib. Konsekwensinya, maka hidup kita pun haruslah hidup menurut Roh dan bukan menurut daging. Sebab hidup menurut keinginan daging berarti maut, tetapi hidup menurut keinginan Roh, berarti hidup.<\/p>\n\n\n\n<p><br>Lalu apa arti hidup menurut Roh dan menurut daging itu? Pertama, hidup menurut Roh adalah hidup di dalam pimpinan Tuhan. Hidup dalam kasih karunia dan bukan di bawah hukum Taurat. Itu artinya hidup yang menurut roh adalah hidup yang tidak lagi mengikuti keinginan daging, tapi ikut apa kata Tuhan. Contohnya kita bisa lihat di dalam Galatia 5:22-23, Kedua, hidup menurut daging, adalah hidup menurut diri sendiri. Hidup menurut keinginan dan kemauan sendiri. Karena itu, yang dipikirkan adalah keinginan daging dan bukan kehendak Roh. Contoh hidup yang seperti ini, jelas terlihat dari Galatia 5:19-21.<\/p>\n\n\n\n<p><br>Dari bacaan ini, jelaslah bahwa kita harus hidup di dalam Roh dan membuang semua perbuatan daging. Ini penting, sebab Alkitab dengan tegas menyatakan bahwa mereka yang hidup dalam daging tidak akan mungkin berkenan kepada Tuhan (Roma 8:8). Karena itu, hari ini kita di ajak untuk merenungkan lebih jauh, tiga hal ini:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\"><li>Hidup Yang Berbeda<br>Hidup oleh Roh, adalah hidup yang berbeda dengan dunia. Hidup yang tidak serupa dengan dunia. Hidup yang semakin setia dan semakin sesuai dengan Firman Tuhan.<\/li><li>Hidup yang berbuah<br>Hidup oleh Roh, adalah hidup yang berbuah. Berbuah berarti hidup di dalam iman yang terus tumbuh. Hidup yang bisa dirasakan dan memberi manfaat bagi sesama. Hidup yang berdampak bagi banyak orang dan menjadi berkat dalam kehidupan setiap hari.<\/li><li>Hidup yang berubah.<br>Hidup oleh Roh, adalah hidup yang berubah. Berubah karena ada sesuatu yang di tinggalkan dan ditanggalkan. Kehidupan lama kita diganti dengan kehidupan baru di dalam Kristus. Kehidupan di dalam daging diganti dengan kehidupan di dalam Roh.<\/li><\/ul>\n\n\n\n<p><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Roma 8:1-11 KRT Rabu, 15 Juli 2020 Hari ini, Rabu 15 Juli, tema KRT kita adalah \u201cRoh Kudus dan Hidup Yang Berbuah\u201d. Saya sendiri tidak akan menjelaskan secara rinci, sebab &#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":369,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"nf_dc_page":"","om_disable_all_campaigns":false,"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"footnotes":""},"categories":[10],"tags":[],"class_list":["post-494","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-bahan-krt"],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/i0.wp.com\/bandung.gkp.or.id\/warta\/wp-content\/uploads\/2020\/06\/Rasul-Paulus.jpg?fit=600%2C400&ssl=1","jetpack_sharing_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/bandung.gkp.or.id\/warta\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/494","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/bandung.gkp.or.id\/warta\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/bandung.gkp.or.id\/warta\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/bandung.gkp.or.id\/warta\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/bandung.gkp.or.id\/warta\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=494"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/bandung.gkp.or.id\/warta\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/494\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":495,"href":"https:\/\/bandung.gkp.or.id\/warta\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/494\/revisions\/495"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/bandung.gkp.or.id\/warta\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/369"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/bandung.gkp.or.id\/warta\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=494"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/bandung.gkp.or.id\/warta\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=494"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/bandung.gkp.or.id\/warta\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=494"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}