{"id":3951,"date":"2023-04-29T10:51:48","date_gmt":"2023-04-29T03:51:48","guid":{"rendered":"https:\/\/bandung.gkp.or.id\/warta\/?p=3951"},"modified":"2023-04-29T10:51:48","modified_gmt":"2023-04-29T03:51:48","slug":"komunitas-yang-taksu1","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/bandung.gkp.or.id\/warta\/index.php\/2023\/04\/29\/komunitas-yang-taksu1\/","title":{"rendered":"<strong>KOMUNITAS YANG TAKSU<a href=\"#_ftn1\" id=\"_ftnref1\"><strong>[1]<\/strong><\/a><\/strong>"},"content":{"rendered":"\n<p>Mari kita membayangkan, sebanyak tiga ribu orang lebih bersatu sehati sepikir dan melakukan segala sesuatunya untuk kemuliaan Tuhan, pasti menyenangkan bukan? Apalagi jika hal tersebut terjadi dalam kehidupan penatalayanan gereja kita, maka tercapailah tujuan mulia dari panggilan kita sebagai gereja yang ditempatkan Tuhan di tanah Jawa bagian barat ini. Namun, pada kenyataannya, di kehidupan kita saat ini, kesehatian dan kebersatuan dalam hidup bersama&nbsp; sebagai buah dari ketekunan masing-masing orang, masih sulit terwujud. Banyak faktor yang menyebabkan hal tersebut menjadi sulit diwujudkan, salah satunya adalah perubahan jaman yang merupakan sebuah keniscayaan. Jaman berubah dan berkembang, kita yang hidup dalam pusaranya bisa saja ikut terbawa arus tanpa mau\/mampu mengritisinya atau sebenarnya kita dapat memberi \u201cgerak baru\u201d sebagai pengikut Kristus masa kini.<\/p>\n\n\n\n<p>Ketakjuban, seperti yang disebutkan di ayat 43, \u201cKetakjuban melanda semua orang, sebab rasul-rasul itu mengadakan banyak mukjizat dan tanda\u201d (TB edisi dua), &nbsp;yang membuat banyak orang memiliki gerak bersama. Mukjizat dan tanda memang dapat membuat kita terkesima, oleh sebab campur tangan kuasa di luar dari diri kita yang kemudian mampu mengubah keadaan dan pribadi seseorang. Namun, kita kerap berhenti pada keterpukauan atas mukjizat dan tanda yang ada, tanpa mau menindaklanjutinya melalui aksi nyata seperti yang diteladankan oleh mereka di ayat-ayat selanjutnya, \u201cmereka memecahkan roti di rumah masing-masing secara bergiliran dan makan bersama-sama dengan gembira dan tulus hati.\u201d<\/p>\n\n\n\n<p>Dari gambaran tersebut, setidaknya kita mendapati bahwa peristiwa mukjizat dan tanda ilahi bertemu dengan niatan suci manusiawi yang membuahkan kehidupan persekutuan, komunitas imani yang bersehati sepikir dan disukai banyak orang. Kuasa Allah yang bekerja pada diri para rasul bukanlah hal yang mustahil dapat terjadi dalam kehidupan kita saat ini. Allah memanggil setiap orang, mereka yang disebut sebagai domba-dombaNya, untuk masuk melalui pintuNya untuk menemukan padang rumput yakni keselamatan (Yoh 10:9). Keselamatan terjadi ketika \u201cgerak baru\u201d hidup bersama benar-benar diwujudnyatakan dalam konteks manusia modern yang otonom dan menjunjung rasionalitas dalam tindakannya.<\/p>\n\n\n\n<p>Cinta kasih Allah dalam karya penyelamatan-Nya menjadi acuan bagi kita dalam memandang orang lain sederajat dan diperlakukan adil dalam kehidupannya. Kebebasan kita sebagai orang-orang yang telah diselamatkan-Nya bukanlah kebebasan yang menisbikan orang lain, melainkan membebaskan manusia dari sikap egois. Karena itu, kebebasan tidak dapat diraih untuk kepentingan diri, tetapi harus dibagi dengan orang lain dalam suasana persaudaraan. Sepikir dan sehati merupakan nilai utama persaudaraan di dalam kasih Kristus, seperti yang telah dicontohkan oleh tiga ribu orang lebih dalam teks bacaan tadi. Semoga demikian pulalah terjadi di kehidupan persekutuan kita saat ini; <strong>menjadi komunitas yang taksu, yang merangkul secara bersahabat, penuh kasih persaudaraan dan disukai banyak orang. [GK]<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>PERTANYAAN UNTUK DISKUSI<\/p>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\" type=\"1\">\n<li>Sebutkan hal-hal positif yang ditemukan dalam kehidupan persekutuan kita yang dapat menjadi dasar untuk membangun komunitas yang penuh kasih persaudaraan!<\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n<p>Bagaimana kita menyikapi dan mengatasi setiap tantangan yang muncul dalam upaya tersebut dengan tetap merangkul orang lain secara bersahabat?&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<hr class=\"wp-block-separator has-alpha-channel-opacity\"\/>\n\n\n\n<p><a id=\"_ftn1\" href=\"#_ftnref1\">[1]<\/a> &#8216;Taksu adalah kekuatan adikodrati yang memberi kecerdasan, keindahan, mukjizat. [KBBI]<\/p>\n\n\n\n<p><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Mari kita membayangkan, sebanyak tiga ribu orang lebih bersatu sehati sepikir dan melakukan segala sesuatunya untuk kemuliaan Tuhan, pasti menyenangkan bukan? Apalagi jika hal tersebut terjadi dalam kehidupan penatalayanan gereja &#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":5,"featured_media":3941,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"nf_dc_page":"","om_disable_all_campaigns":false,"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"footnotes":""},"categories":[10],"tags":[],"class_list":["post-3951","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-bahan-krt"],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/i0.wp.com\/bandung.gkp.or.id\/warta\/wp-content\/uploads\/2023\/04\/Doa.jpg?fit=588%2C397&ssl=1","jetpack_sharing_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/bandung.gkp.or.id\/warta\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3951","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/bandung.gkp.or.id\/warta\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/bandung.gkp.or.id\/warta\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/bandung.gkp.or.id\/warta\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/5"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/bandung.gkp.or.id\/warta\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=3951"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/bandung.gkp.or.id\/warta\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3951\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":3952,"href":"https:\/\/bandung.gkp.or.id\/warta\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3951\/revisions\/3952"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/bandung.gkp.or.id\/warta\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/3941"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/bandung.gkp.or.id\/warta\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=3951"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/bandung.gkp.or.id\/warta\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=3951"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/bandung.gkp.or.id\/warta\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=3951"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}