{"id":3707,"date":"2023-03-18T10:55:22","date_gmt":"2023-03-18T03:55:22","guid":{"rendered":"https:\/\/bandung.gkp.or.id\/warta\/?p=3707"},"modified":"2023-03-18T11:07:13","modified_gmt":"2023-03-18T04:07:13","slug":"hidup-dalam-terang","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/bandung.gkp.or.id\/warta\/index.php\/2023\/03\/18\/hidup-dalam-terang\/","title":{"rendered":"<strong>HIDUP DALAM TERANG<\/strong>"},"content":{"rendered":"\n<p><strong>Efesus 5:8-14<\/strong><\/p>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-jetpack-tiled-gallery aligncenter is-style-rectangular\"><div class=\"tiled-gallery__gallery\"><div class=\"tiled-gallery__row\"><div class=\"tiled-gallery__col\" style=\"flex-basis:100.00000%\"><figure class=\"tiled-gallery__item\"><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" srcset=\"https:\/\/i2.wp.com\/bandung.gkp.or.id\/warta\/wp-content\/uploads\/2023\/03\/image.png?strip=info&#038;w=564&#038;ssl=1 564w\" alt=\"\" data-height=\"413\" data-id=\"3710\" data-link=\"https:\/\/bandung.gkp.or.id\/warta\/index.php\/2023\/03\/18\/hidup-dalam-terang\/image-35\/\" data-url=\"https:\/\/bandung.gkp.or.id\/warta\/wp-content\/uploads\/2023\/03\/image.png\" data-width=\"564\" src=\"https:\/\/i2.wp.com\/bandung.gkp.or.id\/warta\/wp-content\/uploads\/2023\/03\/image.png?ssl=1\" data-amp-layout=\"responsive\"\/><\/figure><\/div><\/div><\/div><\/div>\n\n\n\n<p>Surat Efesus memberikan sumbangan penting pada ajaran mengenai gereja. Dalam surat ini gereja dilukiskan sebagai satu, kudus, katolik dan apostolik. Bagi penulis Surat Efesus, gereja adalah tubuh kosmis Kristus, yaitu katolik (umum) dan universal, dan Kristus sebagai kepalanya. Hal ini penting dan ditekankan oleh penulis Surat Efesus karena konteks jemaat Efesus yang terdiri dari Kristen Yahudi dan bukan Yahudi. Penulis surat Efesus hendak mengatakan bahwa mereka dipersatukan melalui kedamaian yang memulihkan dari Kristus yang telah diperoleh melalui penumpahan darah Kristus yang menebus di kayu salib.<\/p>\n\n\n\n<p>Bagian yang kita baca hari ini secara khusus hendak mengingatkan jemaat pembacanya bahwa mereka yang tadinya tidak mengenal Kristus dan tinggal di dalam kegelapan sekarang telah berpindah kepada terang, Mereka telah memiliki identitas yang baru yaitu sebagai terang. Jati diri mereka yang baru sebagai anak-anak terang menuntut bahwa mereka hidup dengan cara yang berbeda. Buah yang dihasilkan oleh hidup dalam terang ini adalah kebaikan\/kebajikan atau <em>agathosune<\/em>, kebenaran atau <em>aletheia <\/em>&nbsp;dan keadilan atau <em>dikaousune<\/em>. Dengan jati diri yang baru ini, tugas umat adalah terus menerus memperhatikan apa yang berkenan kepada Tuhan. Penulis Surat Efesus lebih jauh lagi bahkan mengingatkan, bahwa jemaat di Efesus bukan saja harus menghindarkan diri dari melakukan tindakan-tindakan kegelapan itu, bahkan membicarakannya pun mereka sebaiknya tidak melakukannya. Sebaliknya, tugas umat adalah untuk menelanjangi perbuatan-perbuatan kegelapan itu karena umat sekarang adalah terang.<\/p>\n\n\n\n<p>Setiap orang yang telah mengaku percaya kepada Kristus adalah seorang yang telah berpindah dari kegelapan kepada terang. Oleh sebab itu, sudah sepantasnya ia menunjukkan cara hidup sebagai anak-anak terang yaitu terus menerus mengusahakan kebaikan\/kebajikan, kebenaran dan keadilan. Seorang yang telah menjadi anak-anak terang harus senantiasa membiasakan dirinya untuk menjauhi perbuatan-perbuatan kegelapan yaitu percabulan, keserakahan, kecemaran, perkataan-perkataan yang kotor dan sembrono (tidak ada manfaatnya) serta penyembahan berhala. Bahkan membicarakannya pun tidak boleh. Nampaknya penulis Surat Efesus sadar betul bahwa dengan terus menerus membicarakan hal-hal yang buruk itu maka ia akan terinternalisasi ke dalam diri kita dan membuat kita merasa bahwa tidak ada yang salah dengan hal-hal itu. Kita menjadi terbiasa dan kehilangan daya kritis kita.<\/p>\n\n\n\n<p>Penulis Surat Efsus bahkan menyatakan panggilan yang lebih jauh lagi bagi kita yaitu untuk \u201cmenelanjangi\u201d perbuatan-perbuatan kegelapan itu. Hal ini dapat kita lakukan salah satunya dengan mendorong agar orang-orang yang ada disekitarnya dan masih hidup dala perbuatan-perbuatan kegelapan ini sadar dan meninggalkan perbuatan yang tidak berkenan kepada Allah itu. (OMJ)<\/p>\n\n\n\n<p>PERTANYAAN UNTUK DISKUSI<\/p>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\" type=\"1\">\n<li>Menurut Anda, apa saja wujud keadilan, kebenaran dan kebaikan yang dapat kita lakukan dalam hidup setiap hari sebagai perwujudan identitas diri kita sebagai anak-anak terang?<\/li>\n\n\n\n<li>Menurut Anda, apakah memungkinkan untuk \u201cmenelanjangi\u201d perbuatan-perbuatan kegelapan? Bagaimana caranya?<\/li>\n<\/ol>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Efesus 5:8-14 Surat Efesus memberikan sumbangan penting pada ajaran mengenai gereja. Dalam surat ini gereja dilukiskan sebagai satu, kudus, katolik dan apostolik. Bagi penulis Surat Efesus, gereja adalah tubuh kosmis &#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":5,"featured_media":3710,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"nf_dc_page":"","om_disable_all_campaigns":false,"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"footnotes":""},"categories":[10],"tags":[],"class_list":["post-3707","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-bahan-krt"],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/i0.wp.com\/bandung.gkp.or.id\/warta\/wp-content\/uploads\/2023\/03\/image.png?fit=564%2C413&ssl=1","jetpack_sharing_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/bandung.gkp.or.id\/warta\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3707","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/bandung.gkp.or.id\/warta\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/bandung.gkp.or.id\/warta\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/bandung.gkp.or.id\/warta\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/5"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/bandung.gkp.or.id\/warta\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=3707"}],"version-history":[{"count":5,"href":"https:\/\/bandung.gkp.or.id\/warta\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3707\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":3714,"href":"https:\/\/bandung.gkp.or.id\/warta\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3707\/revisions\/3714"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/bandung.gkp.or.id\/warta\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/3710"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/bandung.gkp.or.id\/warta\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=3707"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/bandung.gkp.or.id\/warta\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=3707"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/bandung.gkp.or.id\/warta\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=3707"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}