{"id":3586,"date":"2022-08-06T20:49:21","date_gmt":"2022-08-06T13:49:21","guid":{"rendered":"https:\/\/bandung.gkp.or.id\/warta\/?p=3586"},"modified":"2022-08-06T20:49:21","modified_gmt":"2022-08-06T13:49:21","slug":"iman-yang-menggerakkan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/bandung.gkp.or.id\/warta\/index.php\/2022\/08\/06\/iman-yang-menggerakkan\/","title":{"rendered":"\u201cIman yang Menggerakkan\u201d"},"content":{"rendered":"\n<p><strong>Ibrani 11:1-16<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Suatu hari ada dua orang sedang dalam perjalanan mendaki gunung. Tiba-tiba hujan turun begitu lebat sehingga mengakibatkan longsor besar. Kedua orang ini berlari menghindari longsoran itu. Tibalah mereka di tebing jurang yang cukup curam. Mereka mempunyai dua pilihan: diam disapu oleh lumpur, atau menyeberangi tebing menggunakan kayu sebagai penghubung menuju tebing lainnya. Salah satu di antara mereka panik melihat lumpur yang sudah semakin dekat dan tebing jurang yang sangat tinggi. Ia merasa tidak sanggup berjalan di atas kayu yang menghubungi tempat mereka berada menuju tebing seberang. Akan tetapi, temannya meyakinkannya untuk menyeberangi jurang itu. Ia akan selamat karena temannya yang akan menuntun dirinya selama menyeberang. Akhirnya, ia pun mempercayai temannya dan berjalan selangkah demi selangkah hingga mereka tiba dengan selamat. Dari kisah ini, kita melihat ada sebuah kepercayaan yang hadir. Di situasi sulit dan mencekam, dalam keadaan bingung dan menyerah, sebuah kepercayaan dapat mengubah keadaan menjadi lebih baik. Dan yang menarik adalah, kepercayaan membuat orang itu bergerak dan melakukan hal besar (yaitu menyeberangi jurang).<\/p>\n\n\n\n<p>Secara sederhana, kita menerjemahkan iman sebagai kepercayaan. Akan tetapi, iman mempunyai makna yang lebih dalam dari kepercayaan antar manusia. Iman adalah kepercayaan dan keyakinan yang sungguh-sungguh akan hal-hal yang diharapkan. Iman kepada Yesus Kristus artinya memercayai dan meyakini dengan teguh bahwa Yesus adalah Juruselamat yang memungkinkan segala sesuatu terjadi dalam hidup ini. Tentunya segala sesuatu itu kita yakini membawa kebaikan, sekalipun hal tersebut mustahil bagi kita. Firman Tuhan saat ini menyebutkan tokoh-tokoh dalam Alkitab yang mempunyai teladan iman bagi kita semua. Habel, Henokh, Nuh, dan Abraham disebut sebagai orang beriman. Kisah kehidupan mereka menunjukkan bahwa iman mereka pada Allah tidak dilihat dari perkataan atau pengakuan saja, melainkan dari segala yang mereka perbuat untuk Allah. Iman menjadi dasar atas setiap tindakan mereka. Habel memberikan persembahan yang terbaik pada Allah, Henokh hidup dengan menyenangkan hati Allah, Nuh membuat kapal bahtera karena ia mempercayai pesan Allah, dan Abraham melakukan perjalanan yang sangat jauh untuk menaati perintah Allah. Perjalanan kehidupan mereka bisa dikatakan sulit. Menjalankan perintah Allah sungguh berliku. Penolakan dan hinaan bisa muncul seperti yang dirasakan oleh Nuh, bahkan bisa saja berujung seperti kisah Habel. Akan tetapi, mereka tidak berhenti atau menyerah, mereka terus melakukan perintah Allah karena kepada Allah-lah mereka beriman.<\/p>\n\n\n\n<p>Iman mendorong kita untuk taat pada perintah dan kehendak-Nya. Terkadang masih banyak orang-orang Kristen yang memilah-milah Firman Tuhan apa saja yang harus ia lakukan. Ketika perintah-Nya sesuai dengan keinginannya ia akan lakukan, tetapi jika perintah Tuhan tersebut tidak sesuai dengan keinginannya maka tidak akan ia lakukan. Terlebih ketika perintah Tuhan itu sangat sulit dilakukan dan kita merasa tidak mampu melakukannya. Orang yang beriman akan melakukan semua perintah-Nya tanpa terkecuali. Perintah yang sulit atau mudah, menyenangkan atau menyusahkan, atau yang sangat mustahil pun akan dilakukan selama itu adalah perintah Allah. Bukan karena manut-manut tak berdaya, tetapi karena yakin bahwa segala yang Ia perintahkan itu adalah baik adanya.<\/p>\n\n\n\n<p>Iman mendorong kita pada berserah pada tangan Tuhan, bahwa apa pun yang Tuhan tangani akan berbuah baik. Iman menjadi dasar atas ketaatan dan kesetiaan kita kepada Tuhan. Iman juga yang menggerakkan kita untuk berbuat sesuai dengan Firman-Nya. Iman menggerakkan kita untuk memberikan yang terbaik pada Allah. Kita percaya bahwa ketika kita memberikan yang terbaik, itu akan setimpal dengan apa yang kita terima. Kita tidak perlu bukti untuk beriman, tetapi kita bisa membuktikan iman melalui perbuatan kita<\/p>\n\n\n\n<p><strong>PERTANYAAN UNTUK DISKUSI<\/strong><\/p>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\" type=\"1\"><li>Menurut Anda, apakah iman perlu dibuktikan? Mengapa?<\/li><li>Apa saja yang bisa\/pernah kita lakukan untuk membuktikan iman kita pada<\/li><\/ol>\n\n\n\n<p>Allah? (ENB)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Ibrani 11:1-16 Suatu hari ada dua orang sedang dalam perjalanan mendaki gunung. Tiba-tiba hujan turun begitu lebat sehingga mengakibatkan longsor besar. Kedua orang ini berlari menghindari longsoran itu. Tibalah mereka &#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":2849,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"nf_dc_page":"","om_disable_all_campaigns":false,"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"footnotes":""},"categories":[10],"tags":[],"class_list":["post-3586","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-bahan-krt"],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/i0.wp.com\/bandung.gkp.or.id\/warta\/wp-content\/uploads\/2022\/01\/image-1.png?fit=356%2C207&ssl=1","jetpack_sharing_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/bandung.gkp.or.id\/warta\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3586","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/bandung.gkp.or.id\/warta\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/bandung.gkp.or.id\/warta\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/bandung.gkp.or.id\/warta\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/bandung.gkp.or.id\/warta\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=3586"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/bandung.gkp.or.id\/warta\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3586\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":3587,"href":"https:\/\/bandung.gkp.or.id\/warta\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3586\/revisions\/3587"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/bandung.gkp.or.id\/warta\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/2849"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/bandung.gkp.or.id\/warta\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=3586"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/bandung.gkp.or.id\/warta\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=3586"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/bandung.gkp.or.id\/warta\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=3586"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}