{"id":334,"date":"2020-06-06T14:36:12","date_gmt":"2020-06-06T07:36:12","guid":{"rendered":"https:\/\/bandung.gkp.or.id\/warta\/?p=334"},"modified":"2020-06-06T14:36:12","modified_gmt":"2020-06-06T07:36:12","slug":"respons-hati-terhadap-situasi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/bandung.gkp.or.id\/warta\/index.php\/2020\/06\/06\/respons-hati-terhadap-situasi\/","title":{"rendered":"RESPONS HATI TERHADAP SITUASI"},"content":{"rendered":"\n<p>Matius 15:28<br><em>&#8220;&#8216;Hai ibu, besar imanmu, maka jadilah kepadamu seperti yang kaukehendaki.&#8217;\u00a0Dan seketika itu juga anaknya sembuh.&#8221;\u00a0<\/em><\/p>\n\n\n\n<p>Tuhan memakai berbagai macam situasi yang sulit, yang biasanya disebut persoalan, masalah, kesulitan, penderitaan atau kesesakan, untuk mengembangkan karakter kita dan sebagai sarana untuk menguji kualitas iman kita!&nbsp; Karena itu milikilah respons hati yang benar dan positif dalam menyikapi setiap keadaan dan peristiwa yang ada.<\/p>\n\n\n\n<p><br>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Seorang perempuan Kanaan, yang disebut pula perempuan Siro-Fenesia&nbsp; (Markus 7:24-30), sekalipun berada di situasi yang sangat sulit, tetap memiliki respons hati yang positif.&nbsp; Ketika datang kepada Tuhan memohon kesembuhan untuk anak perempuannya yang kerasukan setan ia merasa diabaikan oleh Tuhan, karena Tuhan&nbsp;<em>&nbsp;&#8220;&#8230;sama sekali tidak menjawabnya.&#8221;<\/em>&nbsp; (Matius 15:23).&nbsp; Perempuan itu tidak menyerah begitu saja, ia terus mendekat dan meminta pertolongan kepada-Nya, tapi Tuhan malah menjawab,&nbsp;<em>&nbsp;&#8220;Tidak patut mengambil roti yang disediakan bagi anak-anak dan melemparkannya kepada anjing.&#8221;&nbsp;<\/em>&nbsp;(Matius 15:26).&nbsp; Jawaban Tuhan benar-benar sangat menohok dan menyakitkan hati, tapi perempuan tersebut tetap tegar, tidak kecewa, tidak marah, tidak tersinggung, tidak terluka hati, dan tidak merasa terhina.&nbsp; Kalau ia memiliki respons negatif terhadap perkataan Tuhan, seketika itu juga ia pasti pergi meninggalkan Tuhan, sambil mengomel dan bersungut-sungut&#8230;tentu mujizat tidak akan pernah dinyatakan!<\/p>\n\n\n\n<p>\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 Percaya bahwa Tuhan sanggup menolong dan menyembuhkan anaknya mendorong perempuan itu terus berseru-seru kepada Tuhan.\u00a0 Iman semacam ini yang menggerakkan hati Tuhan untuk mengulurkan tangan-Nya, menyatakan kuasa-Nya.\u00a0 Ada saat Tuhan seolah tidak peduli dan tak menghiraukan semua doa kita, tetapi orang yang melihat dengan mata iman tidak akan pernah kecewa kepada Tuhan dan menyerah pada keadaan.<em>\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 <\/em><\/p>\n\n\n\n<p><em>Sumber : Renungan Harian Air Hidup<\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Matius 15:28&#8220;&#8216;Hai ibu, besar imanmu, maka jadilah kepadamu seperti yang kaukehendaki.&#8217;\u00a0Dan seketika itu juga anaknya sembuh.&#8221;\u00a0 Tuhan memakai berbagai macam situasi yang sulit, yang biasanya disebut persoalan, masalah, kesulitan, penderitaan &#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":218,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"nf_dc_page":"","om_disable_all_campaigns":false,"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"footnotes":""},"categories":[2],"tags":[],"class_list":["post-334","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-renungan"],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/i0.wp.com\/bandung.gkp.or.id\/warta\/wp-content\/uploads\/2020\/05\/prayer-hand.jpg?fit=960%2C640&ssl=1","jetpack_sharing_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/bandung.gkp.or.id\/warta\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/334","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/bandung.gkp.or.id\/warta\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/bandung.gkp.or.id\/warta\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/bandung.gkp.or.id\/warta\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/bandung.gkp.or.id\/warta\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=334"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/bandung.gkp.or.id\/warta\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/334\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":335,"href":"https:\/\/bandung.gkp.or.id\/warta\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/334\/revisions\/335"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/bandung.gkp.or.id\/warta\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/218"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/bandung.gkp.or.id\/warta\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=334"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/bandung.gkp.or.id\/warta\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=334"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/bandung.gkp.or.id\/warta\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=334"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}