{"id":2925,"date":"2022-02-05T16:14:38","date_gmt":"2022-02-05T09:14:38","guid":{"rendered":"https:\/\/bandung.gkp.or.id\/warta\/?p=2925"},"modified":"2022-02-05T16:14:38","modified_gmt":"2022-02-05T09:14:38","slug":"dipanggil-untuk-mengasihi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/bandung.gkp.or.id\/warta\/index.php\/2022\/02\/05\/dipanggil-untuk-mengasihi\/","title":{"rendered":"Dipanggil Untuk Mengasihi"},"content":{"rendered":"\n<p>Bacaan: Yeremia 1: 4-10<\/p>\n\n\n\n<p>Berita tentang pengutusan Yeremia menjadi nabi dinyatakan melalui dialog antara Tuhan yang mengutus dengan Yeremia yang diutus. Dari dialog tersebut kita akan melihat penekanan penting yang disampaikan oleh Tuhan dan juga respon Yeremia.<\/p>\n\n\n\n<p><a><\/a>Yeremia merasa bahwa pemanggilannya menjadi nabi belum layak baginya karena dia belum pandai berbicara karena masih muda. Dan dari respon Yeremia ini, Tuhan lebih jauh menjelaskan kembali bahwa pemanggilanNya bukanlah soal kesanggupan maupun kecakapan tetapi soal penyerahan diri untuk mau dipakai oleh Tuhan. Sebab ketika Yeremia menerima panggilan itu, maka Tuhanlah yang akan memberikan petunjuk kepada siapa dia akan pergi dan apa yang akan disampaikan, Tuhan yang akan menaruh perkataanNya ke dalam mulutnya. Yeremia juga tidak perlu takut terhadap tantangan yang dihadapinya sebab Tuhan yang menyertainya.<\/p>\n\n\n\n<p>Jika kita mengikuti kisah pemanggilan Yeremia ini memiliki kesamaan juga dengan pemanggilan tokoh-tokoh Alkitab yang lainnya, bahwa semua yang dipanggil oleh Tuhan merasa tidak sanggup jika mengandalkan kemampuannya, tetapi dalam kelemahan mereka ada Tuhan yang menguatkan, seperti yang dikatakan oleh Paulus \u201ckesanggupan kami adalah pekerjaan Allah\u201d (2 Kor. 3: 5-6). Kita juga mengimani panggilan Yeremia ini sebagai panggilan kita orang yang beriman, bahwa kita menyambut panggilan Tuhan sehingga kita menjadi anak-anakNya.<\/p>\n\n\n\n<p>Ketika kita beriman kepada Tuhan, maka kita percaya bahwa dalam kelemahan dan kekurangan kita ada kuasa Tuhan yang selalu menopang kita, selalu ada firman Tuhan yang memberikan kepada kita petunjuk dan jalan yang harus kita lalui. Maka kelemahan dan kekurangan kita itu tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan ketaatan kita kepada perintah dan petunjuk &nbsp;&nbsp;&#8211;<\/p>\n\n\n\n<p>Tuhan. Melakukan perintah Tuhan itu bukan beban, tetapi justru firman Tuhan berkata \u201cberbahagialah orang-orang yang mendengarkan firman Allah dan yang menaatinya\u201d (Lukas 11:28)<\/p>\n\n\n\n<p>Tuhan memanggil kita menjadi anak-anakNya tentu tidak hanya sebatas agar kita beroleh keselamatan, tetapi Tuhan mau pakai hidup kita ini juga menjadi pewarta kerajaan sorga, Tuhan mau pakai setiap orang yang percaya untuk memberitakan kabar baik (Injil) kepada semua orang. Kemanapun dan dimanapun orang Kristen itu berada maka disitu juga ada berita tentang kabar baik Tuhan. Memberitakan Injil bukan hanya sebatas memberitakan tentang yang tertulis dalam Alkitab, tetapi kehadiran kita adalah kehadiran yang tidak membenarkan kejahatan, kehadiran yang membangun dan memberi pertumbuhan (ayat 10). Tuhan memberkati. (ER)<em>(Sumber : Renungan harian Sukacitaku)<\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Bacaan: Yeremia 1: 4-10 Berita tentang pengutusan Yeremia menjadi nabi dinyatakan melalui dialog antara Tuhan yang mengutus dengan Yeremia yang diutus. Dari dialog tersebut kita akan melihat penekanan penting yang &#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":2078,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"nf_dc_page":"","om_disable_all_campaigns":false,"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"footnotes":""},"categories":[2],"tags":[],"class_list":["post-2925","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-renungan"],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/i0.wp.com\/bandung.gkp.or.id\/warta\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/alam.jpg?fit=303%2C223&ssl=1","jetpack_sharing_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/bandung.gkp.or.id\/warta\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2925","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/bandung.gkp.or.id\/warta\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/bandung.gkp.or.id\/warta\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/bandung.gkp.or.id\/warta\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/bandung.gkp.or.id\/warta\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2925"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/bandung.gkp.or.id\/warta\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2925\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":2926,"href":"https:\/\/bandung.gkp.or.id\/warta\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2925\/revisions\/2926"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/bandung.gkp.or.id\/warta\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/2078"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/bandung.gkp.or.id\/warta\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2925"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/bandung.gkp.or.id\/warta\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2925"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/bandung.gkp.or.id\/warta\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2925"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}