{"id":2897,"date":"2022-01-29T19:48:32","date_gmt":"2022-01-29T12:48:32","guid":{"rendered":"https:\/\/bandung.gkp.or.id\/warta\/?p=2897"},"modified":"2022-01-29T19:48:32","modified_gmt":"2022-01-29T12:48:32","slug":"memahami-maksud-allah","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/bandung.gkp.or.id\/warta\/index.php\/2022\/01\/29\/memahami-maksud-allah\/","title":{"rendered":"MEMAHAMI MAKSUD ALLAH"},"content":{"rendered":"\n<p>Pengkhotbah 3 : 11<\/p>\n\n\n\n<p><em>\u201c\u2026Tetapi manusia tidak dapat menyelami pekerjaan yang dilakukan Allah dari awal sampai akhir.\u201d<\/em><\/p>\n\n\n\n<p>Bacaan Alkitab dari Pengkhotbah 3:11 sering menjadi tuntunan atau sebuah harapan bagi seseorang terhadap suatu peristiwa dan kejadian yang dihadapi dan menyakini pada akhirnya akan indah. Ayat ini sering menjadi status di setiap media sosial ketika seseorang menghadapi masalah <em>\u201c\u2026.indah pada waktunya\u2026.\u201d.<\/em> Definisi indah bagi manusia adalah sesuatu yang terlihat enak dipandang, sesuatu yang dirasakan menyenangkan oleh seseorang. Kenyataan yang dihadapi, setiap orang tidak mengalami sesuatu yang \u201cindah\u201d dan menyenangkan pada akhirnya dari permasalah atau peristiwa yang dihadapi. Kadang berakhir dengan sesuatu yang tidak menyenangkan, misalnya kegagalan dalam usaha, pekerjaan terhambat, terjadi konflik, perbedaan pendapat dan masih banyak lagi peristiwa yang terjadi.<\/p>\n\n\n\n<p>Pandangan indah pada waktunya menurut manusia, berbeda dengan maksud Tuhan seperti yang dipertegas dalam Pengkhotbah 3:11b <em>\u201c\u2026\u2026.. Tetapi manusia tidak dapat menyelami pekerjaan yang dilakukan Allah dari awal sampai akhir.\u201d <\/em>Jadi pada bagian ayat ini di awal \u201cIa membuat segala sesuatu indah pada waktunya, bahkan Ia memberikan kekekalan dalam hati mereka\u201d yang dipertegas dengan memberikan kekekalan dalam hati manusia. Kekekalan merupakan kesadaran terhadap peristiwa masa lampau, masa kini sampai masa depan. Meskipun masa depan itu tidak tahu apa yang akan terjadi dan apa yang akan dihadapi sebab manusia tidak dapat menyelami pekerjaan yang dilakukan Allah dari awal sampai akhir.<\/p>\n\n\n\n<p>Meskipun harus melalui dalam pencobaan bahkan peristiwa yang tidak menyenangkan, tetaplah nikmati keindahan yang telah di terima di sepanjang kehidupan ini dengan tetap menyongsong masa depan yang disediakan oleh Allah bagi kita. Tetaplah hati-hati mengunakan waktu yang telah diberikan Tuhan untuk dipergunakan dalam kehidupan, jangan sampai kehilangan waktu dengan sia-sia. Seluruh kehidupan, termasuk aktivitas manusia, adalah bagian dari sebuah siklus yang sudah ditentukan oleh Tuhan. Kenikmatan hidup yang diperoleh dari pemberian Allah datang pada saat kita memasuki hubungan yang benar dengan Dia dan sungguh-sungguh menundukkan diri kepada Dia selaku Tuhan dan Allah. Maka Ia memberi sukacita dalam segala hal yang kita lakukan. Allah telah menempatkan dalam hati kita suatu keinginan mendalam akan sesuatu yang lebih daripada hal yang terjadi dalam kehidupan duniawi. Oleh karena itu, hal-hal yang bersifat materi, kegiatan-kegiatan sekular, dan semua kesenangan dunia ini tidak akan pernah memuaskan sepenuhnya. Tetaplah merasakan keindahan dari setiap peristiwa yang dihadapi. (YMK)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pengkhotbah 3 : 11 \u201c\u2026Tetapi manusia tidak dapat menyelami pekerjaan yang dilakukan Allah dari awal sampai akhir.\u201d Bacaan Alkitab dari Pengkhotbah 3:11 sering menjadi tuntunan atau sebuah harapan bagi seseorang &#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":2125,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"nf_dc_page":"","om_disable_all_campaigns":false,"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"footnotes":""},"categories":[2],"tags":[],"class_list":["post-2897","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-renungan"],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/i0.wp.com\/bandung.gkp.or.id\/warta\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/panitai.jpg?fit=345%2C229&ssl=1","jetpack_sharing_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/bandung.gkp.or.id\/warta\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2897","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/bandung.gkp.or.id\/warta\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/bandung.gkp.or.id\/warta\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/bandung.gkp.or.id\/warta\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/bandung.gkp.or.id\/warta\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2897"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/bandung.gkp.or.id\/warta\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2897\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":2898,"href":"https:\/\/bandung.gkp.or.id\/warta\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2897\/revisions\/2898"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/bandung.gkp.or.id\/warta\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/2125"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/bandung.gkp.or.id\/warta\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2897"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/bandung.gkp.or.id\/warta\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2897"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/bandung.gkp.or.id\/warta\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2897"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}