{"id":2513,"date":"2021-10-03T13:55:11","date_gmt":"2021-10-03T06:55:11","guid":{"rendered":"https:\/\/bandung.gkp.or.id\/warta\/?p=2513"},"modified":"2021-10-03T13:55:11","modified_gmt":"2021-10-03T06:55:11","slug":"yesus-kristus-wujud-tertinggi-penyataan-allah","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/bandung.gkp.or.id\/warta\/index.php\/2021\/10\/03\/yesus-kristus-wujud-tertinggi-penyataan-allah\/","title":{"rendered":"YESUS KRISTUS, WUJUD TERTINGGI PENYATAAN ALLAH"},"content":{"rendered":"\n<p><strong>IBRANI 1 : 1 &#8211; 4<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p><strong>BAHAN KRT RABU, 6 OKTOBER 2021<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Seseorang yang mengalami tekanan hidup bertubi-tubi atau terus-menerus dapat mengalami rasa lelah secara batin dan berpengaruh terhadap berbagai segi kehidupannya. Misalnya, berpengaruh pada kondisi mental-kejiwaan berupa rasa takut, rasa kuatir, dan putus asa. Bisa pula berpengaruh terhadap keadaan fisik berupa rentan terserang penyakit, bahkan langsung jatuh sakit. Singkatnya, tekanan hidup bisa membuat kehidupan seseorang tak nyaman, bahkan dalam ungkapan yang ekstrim, bisa hancur-lebur berantakan.<\/p>\n\n\n\n<p>Kehidupan beriman seseorang pun bisa menjadi terancam berantakan ketika terus menerus mendapat tekanan, seperti tanah bertebing yang terus menerus tergerus air hujan suatu saat akan mengalami longsor. Demikian pula, seseorang tidak akan mampu lagi bertahan berpegang pada iman yang diyakininya dan akhirnya melepas keyakinan berimannya itu. Keterancaman seperti inilah yang sedang dialami oleh persekutuan umat yang beriman kepada Tuhan Yesus di masa lalu sekitar abad-abad pertama dan kedua, ketika kekristenan baru lahir. Orang-orang, termasuk penguasa Romawi, yang tak mengakui dan tak percaya kepada Yesus sebagai Tuhan, menekan orang-orang Kristen baik secara psikis maupun fisik. Kepada persekutuan Kristen inilah surat Ibrani ditulis dan dikirimkan. Penulis surat ini nampaknya seorang yang memiliki pengetahuan dan keyakinan kekristenan yang kuat dan berwibawa, untuk memberi nasihat dan dukungan kekuatan bagi saudara-saudara persekutuan iman yang sedang mengalami tekanan dan terancam meninggalkan keyakinan imannya Allah dalam Yesus Kristus.<\/p>\n\n\n\n<p>Salah satu bentuk tekanan yang dirasakan paling mengancam keyakinan beriman orang-orang Kristen adalah pengajaran yang menyatakan bahwa Yesus bukan Tuhan. Yesus hanyalah manusia yang punya keunggulan di atas rata-rata. Ajaran ini didasari suatu paham yang menyatakan bahwa Allah itu berada jauh tak terhampiri dan suci, sangat jauh dari hal-hal yang berwujud fisik jasmaniah. Bagi penganut paham ini, hal-hal yang berwujud fisik jasmaniah merupakan cerminan atau penampakan dari ketidak-sucian alias dosa. Hal yang tak mungkin jika Allah yang jauh dan suci itu hadir dalam wujud manusia Yesus. Simpulan yang terasa paling menohok keyakinan Kristen dari paham itu bahwa Yesus adalah makhluk manusia yang berdosa pula. Banyak orang Kristen yang masih baru beriman kepada Tuhan Yesus pada masa itu menjadi goyah. Mereka butuh nasihat dan dukungan penguatan. Karena itu, penulis surat Ibrani mengawali nasihat dan dukungan penguatannya dengan menampilkan dan menempatkan Yesus, Anak Allah, sebagai penyataan (wahyu) Allah yang tertinggi sebagaimana diungkapkan dalam bagian-bagian awal suratnya (pasal 1 dan 2), termasuk 1:1-4 yang menjadi bacaan Alkitab dan dasar renungan KRT hari ini (bdk. Injil Yohanes 1:1-18).<\/p>\n\n\n\n<p>Dalam Perjanjian Lama, Allah berbicara kepada umat-Nya itu dengan perantaraan para nabi (ayat 1). Pada zaman akhir, yaitu masa antara kedatangan Yesus dahulu dan kedatangan-Nya kembali, Allah berbicara kepada umat-Nya dengan perantaraan Yesus (ayat 2). Dari segi pelaksanaan fungsi menyuarakan pesan Allah peran para nabi dan Yesus adalah sama sebagai perantara Allah. Namun dari segi keberadaan (eksistensi), maka kedudukan Yesus lebih tinggi daripada para nabi, juga lebih tinggi daripada para malaikat (ayat 4). Mengapa Yesus memiliki kedudukan yang lebih tinggi? Karena Dia adalah Anak (Tunggal) Allah yang artinya dijelaskan oleh ayat 2 dan oleh ayat 3 tadi. Sebagai Anak Allah, Yesus telah ditetapkan sebagai yang berhak penuh atas kewenangan atau otoritas Allah. Salah satu kewenangan Yesus selaku Anak Allah disebutkan dalam bagian ayat 2 yakni menciptakan alam semesta. Selanjutnya oleh ayat 3 dijelaskan periihal keberadaan Yesus sebagai Anak Allah, yakni sebagai gambar atau rupa wujud Allah yang penuh kemuliaan dan kuasa.<\/p>\n\n\n\n<p>Dalam kesaksian kitab-kitab Injil, ketika Dia hadir ke dalam dunia, keberadaan-Nya sebagai gambar dan wujud Allah, dinyatakan pada karya penebusan; pada peristiwa penyaliban dan kematian-Nya, serta pada peristiwa kebangkitan dan kenaikan-Nya ke surga. Yesus menempati kedudukan yang tinggi di sebelah kanan Allah yang Mahabesar.&nbsp; Yesus adalah wujud tertinggi penyataan Allah. Inilah nasihat penulis surat Ibrani, agar orang-orang di dalam persekutuan Kristen yang baru itu tetap teguh beriman kepada Tuhan Yesus.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>PERTANYAAN UNTUK DISKUSI<\/strong><\/p>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\" type=\"1\"><li>Ceritakanlah secara singkat riwayat hidup Saudara : mengapa Saudara menerima Yesus dan percaya kepada-Nya sebagai Tuhan dan Juruselamat hingga saat ini ?<\/li><li>Upaya apakah yang harus Saudara lakukan untuk memelihara keyakinan beriman kepada Tuhan Yesus ketika mengalami tantangan atau tekanan ? (Bandingkanlah : upaya yang akan Saudara lakukan seandainya batas tanah milik Saudara, yang bersebelahan persis dengan tanah milik orang lain, terus-menerus tergerus air).<\/li><li>Apakah makna Perjamuan Kudus yang akan dilakukan pada Minggu mendatang bagi penguatan keyakinan beriman Saudara?<\/li><\/ol>\n\n\n\n<p>(CHB)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>IBRANI 1 : 1 &#8211; 4 BAHAN KRT RABU, 6 OKTOBER 2021 Seseorang yang mengalami tekanan hidup bertubi-tubi atau terus-menerus dapat mengalami rasa lelah secara batin dan berpengaruh terhadap berbagai &#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":1155,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"nf_dc_page":"","om_disable_all_campaigns":false,"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"footnotes":""},"categories":[10],"tags":[],"class_list":["post-2513","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-bahan-krt"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/bandung.gkp.or.id\/warta\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2513","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/bandung.gkp.or.id\/warta\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/bandung.gkp.or.id\/warta\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/bandung.gkp.or.id\/warta\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/bandung.gkp.or.id\/warta\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2513"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/bandung.gkp.or.id\/warta\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2513\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":2514,"href":"https:\/\/bandung.gkp.or.id\/warta\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2513\/revisions\/2514"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/bandung.gkp.or.id\/warta\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/1155"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/bandung.gkp.or.id\/warta\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2513"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/bandung.gkp.or.id\/warta\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2513"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/bandung.gkp.or.id\/warta\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2513"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}