{"id":2185,"date":"2021-07-24T21:35:06","date_gmt":"2021-07-24T14:35:06","guid":{"rendered":"https:\/\/bandung.gkp.or.id\/warta\/?p=2185"},"modified":"2021-07-24T21:35:06","modified_gmt":"2021-07-24T14:35:06","slug":"tidak-melayani-setengah-setengah","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/bandung.gkp.or.id\/warta\/index.php\/2021\/07\/24\/tidak-melayani-setengah-setengah\/","title":{"rendered":"TIDAK MELAYANI SETENGAH-SETENGAH"},"content":{"rendered":"\n<p>Baca:&nbsp;&nbsp;<a href=\"http:\/\/www.sabda.org\/sabdaweb\/bible\/chapter\/?b=41&amp;c=6&amp;v=30&amp;version=tb&amp;view=column&amp;page=chapter&amp;lang=indonesia&amp;theme=clearsky\">Markus 6:30-44<\/a><\/p>\n\n\n\n<p><br><em>&#8220;Suruhlah mereka pergi, supaya mereka dapat membeli makanan di desa-desa dan di kampung-kampung di sekitar ini.&nbsp;Tetapi jawab-Nya:&nbsp;&#8216;Kamu harus memberi mereka makan!'&#8221;<\/em>&nbsp; Markus 6:36-37<\/p>\n\n\n\n<p><br>Kisah Tuhan Yesus memberi makan lima ribu orang ini merupakan kisah yang tidak asing bagi kita semua.&nbsp; Setelah kembali dari tour pelayanan-Nya yang padat, para rasul berniat rehat sejenak untuk melepas lelah.&nbsp; Tetapi orang banyak terus mengikuti mereka.&nbsp; Melihat hal itu tergeraklah hati Tuhan Yesus oleh belas kasihan dan Ia pun mengajar banyak hal kepada mereka.&nbsp; Respon mereka sangat positif, tampak antusias mendengarkan pengajaran Kristus hingga hari sudah mulai malam.<\/p>\n\n\n\n<p><br>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Murid-murid Tuhan mengusulkan kepada Sang Guru agar orang banyak itu segera pergi membeli makanan karena tidak ada persediaan makanan yang dapat diberikan kepada mereka.&nbsp; Tetapi Tuhan menjawab,&nbsp;&nbsp;<em>&#8220;&#8216;Kamu harus memberi mereka makan!'&#8221;&nbsp;&nbsp;<\/em>(ayat nas).&nbsp; Dari pernyataan Tuhan ini kita dapat belajar bahwa Tuhan menghendaki murid-murid-Nya untuk memperhatikan kepentingan orang lain, bukan semata-mata berfokus kepada kepentingan diri sendiri, namun peka terhadap kebutuhan orang lain.&nbsp;&nbsp;<em>&#8220;&#8230;janganlah tiap-tiap orang hanya memperhatikan kepentingannya sendiri, tetapi kepentingan orang lain juga.&#8221;<\/em>&nbsp; (Filipi 2:4).&nbsp; Inilah kasih yang sesungguhnya yaitu kasih yang diwujudkan melalui sebuah tindakan.<br><br>&nbsp; &nbsp;&nbsp; Mempraktekkan kasih di tengah situasi yang sulit seperti sekarang ini adalah tidak mudah.&nbsp; Tuntutan kebutuhan hidup yang tinggi seringkali membuat orang menjadi sangat individualistis:&nbsp; &#8220;<em>Boro-boro<\/em>&nbsp;memikirkan penderitaan orang lain, untuk kepentingan diri sendiri saja tidak cukup!&#8221;&nbsp; Tidak sedikit orang tega mengorbankan orang lain demi kepentingan diri sendiri.&nbsp; Perintah Tuhan untuk memberi makan orang banyak ini juga mengajarkan kita bahwa untuk melayani jiwa-jiwa tidak bisa dilakukan dengan setengah-setengah.&nbsp; Melayani itu ada harga yang harus dibayar!&nbsp; Adakalanya kita harus berani berkorban:&nbsp; waktu, tenaga, pikiran dan materi&nbsp; (uang).&nbsp; Ketika rasul-rasul taat melakukan perintah Tuhan, mujizat&nbsp; terjadi!<strong>Dalam segala perkara Tuhan pasti turut bekerja, karena itu lakukan dengan sungguh-sungguh bagian kita!. (KP)<\/strong><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Baca:&nbsp;&nbsp;Markus 6:30-44 &#8220;Suruhlah mereka pergi, supaya mereka dapat membeli makanan di desa-desa dan di kampung-kampung di sekitar ini.&nbsp;Tetapi jawab-Nya:&nbsp;&#8216;Kamu harus memberi mereka makan!&#8217;&#8221;&nbsp; Markus 6:36-37 Kisah Tuhan Yesus memberi makan &#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":2011,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"nf_dc_page":"","om_disable_all_campaigns":false,"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"footnotes":""},"categories":[2],"tags":[],"class_list":["post-2185","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-renungan"],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/i0.wp.com\/bandung.gkp.or.id\/warta\/wp-content\/uploads\/2021\/06\/image-4.png?fit=400%2C355&ssl=1","jetpack_sharing_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/bandung.gkp.or.id\/warta\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2185","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/bandung.gkp.or.id\/warta\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/bandung.gkp.or.id\/warta\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/bandung.gkp.or.id\/warta\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/bandung.gkp.or.id\/warta\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2185"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/bandung.gkp.or.id\/warta\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2185\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":2186,"href":"https:\/\/bandung.gkp.or.id\/warta\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2185\/revisions\/2186"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/bandung.gkp.or.id\/warta\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/2011"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/bandung.gkp.or.id\/warta\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2185"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/bandung.gkp.or.id\/warta\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2185"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/bandung.gkp.or.id\/warta\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2185"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}