Amsal 14:11-18
Pekan keluarga GKP selalu mengingatkan kita bahwa keluarga adalah bagian yang sangat penting dalam perjalanan kehidupan kita sebagai umat Tuhan. Kita mulai belajar di tengah keluarga, keluarga juga menjadi tempat perhentian ketika kita sedang jenuh atau mengalami pergumulan berat. Sebab itu, sejauh apapun kita pergi dan seberhasil apapun kita, tidak boleh melupakan keluarga, kita adalah bagian dari keluarga dan suatu saat akan kembali pada keluarga.
Mengingat pentingnya keluarga maka kita harus berusaha agar keluarga menjadi tempat yang indah dan menyenangkan. Bagaimana kita dapat membangun keluarga yang indah dan menyenangkan, dimana setiap anggota keluarga dibentuk dalam karakter yang benar.
Amsal 14, merupakan bagian dari kumpulan amsal-amsal Salomo yang menunjukkan bagaimana orang benar dan orang fasik dalam menempuh jalan hidupnya, baik secara pribadi, dalam lingkup keluarga, dan dalam perjumpaan dengan masyarakat luas. Dalam ayat yang kita baca, kita menjumpai hikmat dalam mewujudkan kedamaian dalam keluarga.
Pertama, adalah kejujuran. Setiap keluarga harus hidup dalam kejujuran sehingga rumah menjadi ladang subur dimana keluarga tumbuh dan bunga cinta kasih bermekaran.
Kedua, menjadi teman dalam suka dan duka. Menemukan orang yang mau menjadi teman dalam sukacita pastilah mudah, tetapi mencari teman yang setia dalam duka belum tentu mendapatkannya. Sebab itu, jadilah anggota keluarga yang selalu siap berbagi, terutama berbagi kesedihan dan beban hidup.
Ketiga, bertumbuh sebagai keluarga yang bersyukur dan bijaksana. Gila akan harta dan kekuasaan menjadikan seseorang lupa diri, lupa keluarga, dan lupa segalanya. Karenanya tumbuhlah sebagai keluarga yang mengucap syukur senantiasa. Ajarkan kepada anak-anak untuk hidup sederhana dan selalu menghargai pemberian Tuhan dengan mempergunakan segala sesuatu dengan bijaksana, tepat waktu, tepat ukur, dan tepat guna.
Keempat, mengendalikan diri. Sering rumah tangga yang telah dibangun puluhan tahun dengan berbagai perjuangan hancur seketika karena amarah dan keputusan yang gegabah. Sebab itu, belajar untuk menguasai diri penting guna menjaga keutuhan keluarga dan menciptakan suasana tenteram dalam rumah tangga.
Dengan keempat hal tersebut, semoga keluarga yang kita bangun, menjadi ruang utama dimana setiap keluarga dibentuk dalam karakter yang benar seturut kehendak Tuhan. Maka setiap anggota keluarga pun akan selalu ingat kemana mereka harus kembali dari tengah pergulatan hidup di dunia ini. Amin. (YWP)
Pertanyaan pendalaman:
- Gangguan apa yang sering muncul dalam membangun keluarga yang tenteram dan damai?
Apa saja peran orangtua dan peran anak dalam mewujudkan keluarga sebagai ruang utama dalam pembentukan karakter?