HIDUP INI ADALAH KESEMPATAN

Bacaan : Matius 22 : 1 – 14 Nats : Matius 22 : 14 “Sebab banyak yang dipanggil, tetapi sedikit yang dipilih.”

Hidup ini adalah kesempatan

Hidup ini untuk melayani Tuhan

Jangan sia-siakan apa yang Tuhan b’ri

Hidup ini harus jadi berkat

Salam sejahtera Jemaat GKP Bandung – salam sehat,

Pastinya semua dari kita pernah mendapatkan sebuah undangan bukan? Ya, bisa jadi undangan ke sebuah pernikahan, undangan pesta ulang tahun, undangan syukuran rumah baru, atau bisa juga undangan rapat, dan bentuk undangan lainnya. Namun, ketika seseorang mendapatkan undangan berharga ini terkadang orang yang diundang menyia-nyiakannya. Entah mereka memang ada keperluan penting atau sekedar mencari alasan untuk menghindari undangan tersebut. Tentunya kehadiran kita dinantikan oleh orang yang mengundang kita. Undangan yang diberikan tersebut merupakan sebuah kesempatan. Bisa saja kehadiran kita di undangan tersebut memberikan warna tersendiri dan akan sangat berarti bagi sang pengundang.

Dalam bacaan Matius 22 : 1 – 14, Yesus mengumpamakan Kerajaan Sorga seumpama seorang raja yang mengadakan perjamuan kawin anaknya (ayat 2). Setiap orang diundang pada perjamuan kawin tersebut, tetapi orang-orang tidak mau datang (ayat 3). Padahal sudah disediakan hidangan-hidangan pada perjamuan kawin tersebut (ayat 4). Mereka yang telah diundang memilih dengan kepentingan pribadinya, ada yang pergi ke ladang dan mengurus usahanya (ayat 5).

Perumpamaan di atas bagi saya pribadi merupakan teguran sekaligus bahan refleksi, di mana sebagai orang percaya pada Tuhan dan orang yang dipilih Tuhan terkadang menyia-nyiakan kesempatan yang Tuhan beri. Orang-orang sering berkata  :  “Kesempatan  hanya  datang  satu  kali.”  Oleh karena

itu, kita bisa mengambil kesempatan yang diberikan Tuhan untuk bisa menjadi berkat bagi sesama dan kita patut bersyukur dengan semua yang diberikan Tuhan secara “gratis”. Saya ambil contoh bernafas. Bagaimana Tuhan begitu sangat baik kepada kita memberikan udara (oksigen) yang kita hirup secara gratis. Saya suka mendengar cerita dari rekan kerja atau teman sepermainan tentang bagaimana orang-orang terbaring tidur lemas di rumah sakit dan sulit bernafas sehingga membutuhkan alat-alat pernafasan.

Syair lagu di atas sangat menguatkan saya untuk mengingat hidup ini adalah kesempatan. Saya merenungkan apakah kehadiran saya bagi orang lain sudah menjadi berkat? Namun, ini juga menjadi sebuah tantangan atau bisa dikatakan sebuah kesempatan bagi saya melayani sesama dengan keberadaan yang saya miliki.

Selama kita masih sehat, Tuhan memakai hidup kita sebagai perpanjangan tangan Tuhan. Sebuah kesempatan bisa hidup sebagai umat pilihan Tuhan. Hanya tinggal bagaimana kita menggunakan kesempatan yang Tuhan berikan, yaitu hidup untuk jadi berkat bagi sesama.

Keberadaan kita adalah sebuah kesempatan untuk merealisasikan rencana Tuhan yang besar, kesempatan untuk melakukan hal-hal baik. Apalagi di tengah wabah virus Corona yang masih berlangsung, adakalanya kita bisa saling mendukung dan memberikan semangat bagi sesama kita. Meskipun kita tidak bertatap muka secara langsung, Tuhan masih mengizinkan kita untuk dapat memberikan dukungan bagi saudara-saudara kita lewat Whatsapp, Zoom Meeting, atau video call. Kita diberi kesempatan untuk melayani Tuhan, kesempatan untuk mengasah iman yang disertai dengan sikap yang penuh hikmat, bukan untuk sesuatu yang sia-sia.

Marilah kita layani Tuhan dan jangan sia-siakan waktu serta kesempatan yang ada. Jadilah berkat bagi sesama kita. Gusti ngaberkahan. (NAF)