Gusti Batur Nu Maturan

Mau ikut lomba renang    –  Baju khusus di siapkan
Jangan takut tetap tenang –  Tuhan Yesus menguatkan

Jangan takut dan tetap tenang. Rasanya banyak orang sepakat agak sulit untuk tidak takut dan tetap tenang dalam situasi saat ini. Khususnya ketika kedahsyatan virus corona semakin menggila.  Karena itu, jika orang merasa takut itu wajar. Toch, tiap orang pasti pernah mengalami takut.  Menjadi tidak wajar ketika ketakutan itu berubah menjadi sagala sieun. Itu berlebihan.  Sebab, sagala sieun akan membuat hidup kita dikuasai oleh ketakutan itu sendiri, hidup menjadi kehilangan arah dan gairah.

Paska kematian Yesus, para murid mengalami takut. Karena itu, mereka memilih diam, menutup, dan mengunci pintu rumah mereka (20:19). Hal itu dilakukan, untuk menghindar dari orang-orang Yahudi yang telah menangkap Yesus. Dalam situasi seperti itu, Yesus justru hadir dan menampakkan diri kepada para murid.  Perjumpaan yang terjadi itu berdampak besar.  Ketakutan mereka sirna dan diganti dengan sukacita yang besar (20:20b).

Saudaraku, dari bacaan saat ini, kita bisa belajar 4 (empat) hal sederhana, namun bermakna:

  1. Ketakutan tidak boleh mengalahkan iman kita kepada Yesus.
  2. Ketakutan tidak boleh membuat kita kehilangan pengharapan.
  3. Ketika kita takut, yakinlah bahwa Allah akan menyertai, menguatkan, dan memampukan kita untuk bisa menghadapi ketakutan dengan iman dan pengharapan akan pertolongan Tuhan.
  4. Tetap bersukacita: sebab, Gusti teh batur nu maturan, batur nu ngatur. Artinya:

– Kita tidak sendiri. Ada yang menemani, ada yang berjalan bersama kita. Aya batur

   Pakukumaha (teman berbagi, teman yang bisa diandalkan).

Allah mengatur langkah kita supaya teratur,  sesuai dengan aturan sehingga tidak terbentur dan jauh dari kehancuran. Semakin mengarah kepada Kristus. Mengarah ke arah yang benar. Oleh karena Gusti batur nu maturan, mari saudaraku: jangan takut, tetap bersukacita, dan terus mensyukuri Yesus yang bangkit dan hidup itu, dalam perjumpaan kita dengan Dia setiap hari. FYN