(Efesus 4:22-24)
Efesus 4:22-24 “yaitu bahwa kamu, berhubung dengan kehidupan kamu yang dahulu, harus menanggalkan manusia lama, yang menemui kebinasaannya oleh nafsunya yang menyesatkan, supaya kamu dibaharui di dalam roh dan pikiranmu, dan mengenakan manusia baru, yang telah diciptakan menurut kehendak Allah di dalam kebenaran dan kekudusan yang sesungguhnya”.
Proses untuk berubah menjadi manusia baru ini memang tidak mudah. Tetapi bila kita telah berhasil mencapainya maka kita akan menjadi orang yang paling berbahagia di dunia ini. Inilah jenis kehidupan yang dijalani oleh Yesus Kristus ketika menjalani hidup sebagai manusia di dunia ini. Tujuan utama Yesus Kristus datang ke dunia ini adalah untuk menularkan kehidupan baru ini kepada setiap orang yang bersedia untuk menjadi muridNya.
Untuk dapat mengenakan manusia baru ini terlebih dahulu kita harus mengalami proses kematian terhadap manusia lama kita. Proses kematian terhadap manusia lama inilah yang membutuhkan waktu dan melibatkan rasa sakit. Oleh karena itu kita harus memiliki respon yang benar dalam menghadapi setiap ujian dan pencobaan yang Tuhan ijinkan untuk mentransformasi hidup kita menjadi manusia baru yang berkarakter. Kita harus memiliki hati yang taat dan mau berubah sehingga tidak mempersulit pekerjaan Roh Kudus untuk menyempurnakan diri kita.
Lewis mengatakan jika anda ingin hangat maka anda harus dekat dengan api, jika anda ingin basah maka anda harus masuk ke dalam air. Jika anda menginginkan sukacita, kedamaian dan kuasa maka anda harus mendekat atau bahkan masuk ke dalam sesuatu yang memilikiNya. Salah satu tujuan Tuhan mengijinkan krisis terjadi dalam hidup kita adalah supaya kita mendekat kepadaNya. Tuhan bukannya senang melihat anak-anakNya menderita tetapi seringkali sebagai manusia kita cenderung menjauh dariNya saat semuanya terasa nyaman. Kenyamanan hidup biasanya akan mendorong kita menjauh dari Allah tetapi krisis hampir pasti membuat kita mencari Allah.
Sekali lagi, untuk memperoleh kehidupan baru yang dipenuhi sukacita dan damai sejahtera itu tidaklah mudah dan instan. Hanya orang-orang yang bersedia membayar harga dan bertekad untuk tidak mundur sesulit apapun rintangan yang harus dihadapi dalam perjalananlah yang akan berhasil masuk ke dalam tanah perjanjian. Kita tidak dipanggil untuk mati di padang gurun melainkan untuk masuk ke tanah perjanjian dan menikmati hidup yang berkelimpahan. Amin.
Oleh: Sunanto, https://artikel.sabda.org/mengenakan_manusia_baru. (HA)