Taat dan Setia Sebagai Bentuk Tanggung Jawab Orang Percaya

BAHAN KRT – Rabu, 25 Oktober 2023

Bacaan Alkitab : Yesaya 45:1-7

Penjelasan Bahan

Allah kuasa melakukan segala perkara, Allahku maha kuasa, petikan bait dari sebuah lagu rohani ini menunjukkan kepada kita akan kemahakuasaan Allah yang tidak terbatas. Apa yang tidak mungkin menurut manusia, menjadi mungkin bagi Allah. Bisa saja terjadi dalam kehidupan ini, Tuhan memakai orang yang tidak kita kenal atau mungkin orang yang kita anggap tidak baik, mereka hadir mendekat dan menolong kita dari kesulitan yang sedang di hadapi. Demikianlah juga yang terjadi dengan bangsa Israel pada saat berada di pembuangan, Allah menyelamatkan mereka dengan memakai raja Koresh. Pastinya raja Koresh adalah orang lain yang tidak terduga sama sekali yang dipakai Allah untuk menyelamatkan umat-Nya. Ada hal yang menarik dari proses penyelamatan yang dilakukan Allah ini, yakni apa yang menyebabkan semuanya itu terjadi. Israel sebagai umat pilihan mengalami proses pembuangan itu tidak lain karena mereka tidak taat dan setia kepada Allah. Mereka tidak dapat melakukan apa yang menjadi tanggungjawab mereka sebagai umat pilihan Allah.

Bacaan firman Tuhan Yesaya 45:1-7 ini merupakan bagian dari nubuat Allah yang disampaikan nabi Yesaya tentang panggilan dan pengurapan seorang raja bernama Koresh. Isinya menggambarkan akan adanya rencana besar Allah untuk menyelamatkan umat-Nya yang saat itu sedang berada dalam pembuangan di Babel. Dan uniknya Allah ingin mewujudkan rencana-Nya yang besar itu melalui Raja Koresh, seorang raja yang tidak percaya kepada Tuhan bukan kepada para pemimpin Israel. Mengapa? Karena para pemimpin Israel dan umat pilihan itu keras kepala (tegar tengkuk), sombong, tidak setia, dan tidak melakukan tanggungjawab mereka sebagai umat pilihanNya. Bahkan mereka melakukan apa yang tidak disukai Tuhan dengan turut serta dalam proses penyembahan berhala. Akhirnya Allah menghukum dan mengijinkan umat-Nya mengalami proses pembuangan. Hal itu terjadi juga karena kasihya Allah kepada Israel supaya mereka segera berbalik dan bertobat. Itulah sebabnya Ia juga mau menyelamatkan mereka kembali dan untuk hal itu Allah memakai tangan Raja Koresh.

Dalam ayat 4-7 dari bacaan firman Tuhan ini, kita juga dapat melihat ada dua hal mendasar yang menjadikan Allah kemudian memanggil, menggerakkan dan mempercayakan tugas yang besar itu pada Raja Koresh serta akhirnya memulangkan kembali bangsa Israel ke tanah perjanjian. Pertama, karena Allah itu adalah Allah yang setia pada janji-janji-Nya, Ia memberikan contoh dengan menunjukkan kesetiaanNya terhadap janjiNya kepada nenek moyang bangsa Israel yakni Abraham, Ishak dan Yakub (ay. 4). Kedua, Allah hendak menunjukkan bahwa Ia adalah satu-satunya Tuhan yang berdaulat atas sejarah kehidupan manusia, segala bangsa dan segala ciptaan (ay. 5-7).

Allah yang dalam kasih-Nya tetap menunjukkan kesetiaan terhadap janji-Nya, karena itulah Ia datang ke dunia ini di dalam Yesus Kristus untuk menebus dan menyelamatkan kita dari dosa. Hal itu Ia lakukan agar relasi kita dengan sesama, Allah dan ciptaan-Nya dapat terjalin rekat kembali. Karena itulah tunjukkan ketaatan dan kesetiaan kita dalam hidup ini sebagai bentuk tanggungjawab kita sebagai orang yang sudah diselamatkan. (APH)

PERTANYAAN UNTUK DISKUSI

  1. Apakah hal yang menyulitkan kita sehingga tidak dapat melakukan apa yang menjadi tanggungjawab kita (keluarga, persekutuan dan masyarakat)?
  2. Apa bentuk ketaatan dan kesetiaan kita kepada Tuhan yang merupakan bagian dari bentuk tanggung jawab kita sebagai orang percaya ?