Yehezkiel 37:1-14
Kitab Yehezkiel merupakan kumpulan teratur yang terdiri dari lima bagian tulisan dari nabi dan para pengikutnya. Pasal 1-3 menceritakan tentang panggilan nabi; pasal 4-24 berisi nubuat tentang nasib Yerusalem sebelum kejatuhannya pada tahun 587 SM; pasal 25-32 berisi nubuat melawan bangsa-bangsa asing; pasal 33-39 mendorong pengharapan akan pembangunan kembali (restorasi) sesudah kejatuhan Yerusalem, dan pasal 40-48 menyajikan sebuah penglihatan akan kenisah religius dan politik umat di tanah Israel.
Sejak pasal 36 kita dapat membaca nubuat-nubuat nabi tentang pembaruan. Pasal 36:1-15 bicara tentang pembaruan tanah dan pasal 36:16-38 bicara tentang pembaruan umat. Pada ayat 16-38 Nabi menubuatkan bahwa Allah akan memulihkan umat dan melakukan penyucian tiga tahap. Tahap pertama, Allah akan menyucikan umat secara ritual dari kenajisan dan berhala; kedua, Allah akan menanam hati dan semangat yang baru kepada umat; ketiga, Allah akan menjiwai hati manusia dengan roh Allah sehingga umat memiliki kekuatan untuk hidup sesuai dengan ketetapan dan peraturan Allah.
Nubuat pada pasal 37:1-14 tampaknya masih berbicara tentang pembaruan, bahkan kebangkitan umat. Allah merespons keluh umat pada ayat 11 “tulang-tulang kami sudah menjadi kering, pengharapan kami sudah lenyap, kami sudah hilang” dengan menunjukkan kuasa dan otoritasnya melalui penglihatan Nabi Yehezkiel. Dalam penglihatan itu tulang-tulang yang kering dan berserakan dapat hidup kembali oleh sabda Allah melalui Nabi. Tulang-tulang kering itu adalah gambaran bangsa Israel yang kehilangan pengharapan dan menantikan pertolongan Tuhan. Demikianlah yang akan Allah lakukan bagi bangsa Israel yang sudah kehilangan pengharapan itu. Ia bahkan akan menggali kubur mereka dan membangkitkan umat. Ia akan memberi nafas hidup kepada mereka dan membawa mereka ke tanah mereka. Dengan melakukan semua ini Allah sedang dan akan menyatakan kekuasaan-Nya sehingga bangsa itu mengenal Dia. Dalam melakukan karya-Nya, Allah mengundang manusia, dalam hal ini nabi, untuk turut berpartisipasi membawa kehidupan dan pembebasan.
Melalui penglihatan Yehezkiel ini kita dapat belajar dua hal penting yaitu :
1) Allah maha kuasa dan sanggup memberikan pertolongan kepada umat-Nya yang dalam kesesakan. Dalam badai dan gelombang kehidupan kita sering kali lupa bahwa ada Allah yang Mahakuasa. Dalam kekuasaan-Nya, ia bahkan sanggup membangkitkan orang mati, pun tulang-tulang kering. Oleh sebab itu, penting bagi kita untuk terus mengingat bahwa ada Allah yang mahakuasa yang sanggup menolong kita, membebaskan dan memberikan kehidupan yang baru. 2) Dalam melakukan pembebasan dan mendatangkan hidup baru, Allah mengundang manusia untuk menjadi rekan kerja-Nya. Itu berarti, kita yang telah ditolong dan dibebaskan dipanggil untuk bersama-sama dengan Dia melakukan karya pembebasan dan pemulihan bagi mereka yang tertindas, mereka yang merasa sudah seperti tulang kering karena tidak memiliki pengharapan. (OMJ)
PERTANYAAN UNTUK DISKUSI
- Bagaimana penglihatan Nabi Yehezkiel ini berbicara kepada Anda secara personal? Apakah teriakan putus asa bangsa Israel juga pernah menjadi teriakan Anda?
- Apakah Allah yang membebaskan dan memulihkan, sebagaimana dinubuatkan Nabi Yehezkiel, juga pernah Anda jumpai dalam hidup Anda?
- Apa yang akan Anda lakukan untuk merespons panggilan Allah untuk turut serta mendatangkan pemulihan dan pembebasan bagi orang yang menantikan pertolongan dan pembebasan di sekitar Anda?