Rendah Hati dan Biarlah Tuhan Berkarya

Lukas 14 : 11

               Shalom salam sejahtera untuk kita semua, semoga damai sejahtera, kasih sukacita, ketenangan dan ketentraman selalu menyertai kita sekalian. Saudara-saudara yang terkasih di dalam Tuhan Yesus Kristus, saat ini dapat bersyukur karena kondisi pandemi yang lambat laun mulai melandai, semoga ini akan terus menurun dan dapat diatasi dengan program Vaksinasi dan pola hidup yang baik.

               Saudara-saudara yang terkasih dalam Yesus Kristus, dalam rangka libur lebaran di salah satu stasiun TV swasta secara berturut-turut menayangkan Film Kungfu favorit saya yang walaupun sudah berkali-kali menontonnya tidak pernah merasa bosan. Tokoh utama dari film tersebut adalah  Ip Man dengan gaya kungfu Wing Chun yang dimainkannya, dimana gaya beladiri ini mengutamakan efektifitas dalam bertarung yang tidak hanya mengutamakan kekuatan fisik semata, ketertarikan saya pada tokoh utama ini adalah sikapnya yang rendah hati dan tidak menyombongkan diri meskipun dia memiliki ilmu beladiri yang tinggi, selalu dengan rendah hati meladeni lawan-lawannya dan jika kita ikuti terus serialnya, pada akhirnya Ip Man selalu menjadi pemenang dalam setiap pertarungan karena sikap rendah hatinya.

               “Sebab barang siapa meninggikan diri ia akan direndahkan dan barang siapa merendahkan diri, ia akan ditinggikan” (Lukas 14 : 11)

Begitulah ayat firman Tuhan mengajarkan kita tentang merendahkan diri (yang bukan berarti minder) tetapi benar-benar menempatkan diri kita pada posisi bahwa hanya Tuhan lah yang layak ditinggikan dan dimuliakan dalam hidup kita, sekalipun keadaaan kita saat ini dalam keadaan baik, sehat dan memiliki segalanya (kuasa, jabatan, harta) tidak menjadikan kita menjadi sombong dan ingin dihormati oleh orang lain, tetapi menjadikan kita semakin bersyukur dan berterima kasih kepada Tuhan atas berkat yang dikaruniakanNya kepada kita dengan mewujudkannya melalui sikap hati yang mau berbagi dan saling menolong kepada sesama yang membutuhkan pertolongan kita,  melalui sikap hidup seperti itulah Tuhan mau bekerja dan berkarya dalam hidup kita. Demikian juga sebaliknya pada saat kita mengandalkan kekuatan dan kemampuan kita justru Tuhan enggan menyatakan kuasanya dalam hidup kita, saya yakin banyak pengalaman hidup kita yang mengajarkan tentang hal ini.

               Semoga kita mau dibentuk dan merendahkan diri dihadapan Tuhan dan sesama agar berkat Tuhan tercurah dalam hidup kita dan kita dijauhkan dari sikap hidup yang sombong dan tidak mau peduli akan keadaan yang ada disekitar kita.

“karena itu sempurnakanlah sukacitaku dengan ini : hendaklah kamu sehati sepikir, dalam satu kasih, satu jiwa dan satu tujuan, dengan tidak mencari kepentingan sendiri atau puji-pujian yang sia-sia, sebaliknya hendaklah dengan rendah hati yang seorang menganggap yang lain lebih utama dari pada dirinya sendiri,” Fil 2 :2-3.

Segala kemuliaan hanya bagi Tuhan kita Yesus Kristus, Amin. (SP)