Bahan bacaan : Lukas 24 : 1 -12
āTetapi bagi mereka perkataan-perkataan itu seakan-akan omong kosong dan mereka tidak percaya kepada perempuan-perempuan ituā
(Lukas 24 : 11).
Ada orang yang mengungkapkan bahwa ia menolak hadir dalam kebaktian karena yang khutbah bukanlah pendeta, atau pengkhotbah tertentu yang dipandang menarik. Sikapnya menunjukan bahwa ia lebih fokus pada tampilan luar, bukan isi. Pada pembawa pesan, bukan isi pesan.
Injil Lukas menceritakan bahwa tiga perempuan yaitu Maria dari Magdala (Maria Magdalena), Yohana, dan Maria ibu Yakobus adalah perempuan-perempuan yang datang bersama-sama dengan Yesus dari Galilea (Lukas 23 : 55). Mereka memang berniat untuk meminyaki tubuh Yesus sebagai bentuk penghormatan sesuai dengan tradisi. Namun, tidak disangka bahwa mereka justru menjadi yang pertama menyaksikan peristiwa kebangkitan Tuhan Yesus. Mereka berupaya memberitakannya kepada para murid. Akan tetapi perkataan mereka tidak dipercaya karena dianggap omong kosong. Tentu saja ini menunjukan bagaimana para murid cenderung melihat pada para perempuan yang menyampaikan pesan, bukan isi pesan yang adalah berita sukacita. Para perempuan itu dianggap bukan bagian dari keduabelas murid istimewa Yesus, dan mereka juga adalah perempuan yang pada masa itu dipandang sebagai masyarakat kelas dua, termasuk dalam bidang keagamaan. Petrus merespon pula dengan cepat berita para perempuan itu. Ia hendak membuktikan sendiri, sebab ia lebih fokus pada berita yang disampaikan.
Sahabat, seringkali kita mudah mengabaikan berita penting hanya karena melihat orang yang menyampaikan berita tersebut. Padahal mereka yang dianggap biasa saja atau bahkan tidak penting bisa dipakai Tuhan untuk menyampaikan berita penting dan berdampak besar. Fokuslah pada berita yang disampaikan oleh orang lain, bukan sekedar siapa mereka. Paskah menjadi peristiwa dimana kebangkitan Kristus membangkitkan pula kesadaran kita akan keberadaan orang lain yang sama pentingnya dengan kita.
Doa : Ingatkan kami senantiasa bahwa Engkau bisa memakai siapa saja untuk menyampaikan kabar sukacita dari-Mu. (NT)( Sumber : Renungan Harian Sahabat)