“Diberkatilah orang yang mengandalkan TUHAN, yang menaruh harapannya pada TUHAN! Ia akan seperti pohon yang ditanam di tepi air, dan yang tidak mengalami datangnya panas terik, yang daunnya tetap hijau, yang tidak kuatir dalam tahun kering, dan yang tidak berhenti menghasilkan buah.” (Yeremia 17 : 7 – 8)
Yeremia mengingatkan betapa pentingnya menaruh harapan pada Tuhan dan mengandalkan kuasa Tuhan. Masa itu, bangsa Yehuda sedang menghadapi ancaman dari Mesir dan Babel. Bangsa Yehuda merasa sombong hingga memilih mengandalkan sekutu-sekutunya dan bahkan menyembah allah-allah lain. Yeremia menyampaikan banyak teguran dan peringatan kepada bangsanya, agar mereka mau bertobat dan kembali kepada Tuhan. Namun sangat disayangkan bangsanya tidak mau mendengarkan seruan yang berasal dari Tuhan, sehingga Tuhan menghukum bangsanya dengan menyerahkan mereka ke tangan Nebukadnezar dan dibuang ke Babel. Hidup susah di pembuangan menyadarkan mereka untuk kembali mengandalkan Tuhan, satu-satunya Allah yang berdaulat.
Orang yang mengandalkan Tuhan akan menjalani hidup yang penuh berkat. Dia akan selalu bersyukur dan “tidak kuatir dalam tahun kering, dan yang tidak berhenti menghasilkan buah”. Selaras dengan Mzm. 1, orang yang mengandalkan Tuhan seperti pohon yang dekat dengan sumber air. Sekalipun dalam kekeringan, pohon itu akan tumbuh sangat subur karena selalu mendapat pasokan nutrisi yang cukup.
Ditengah kondisi pandemi yang saat ini belum berakhir dan bahkan saat ini mengalami fase gelombang ketiga, kita diingatkan untuk selalu menaruh harapan dan mengandalkan Tuhan terutama ditengah “tahun kering” pada saat ini, karena :
Pertama, Tuhan memberkati orang yang mengandalkan Tuhan. Mengandalkan Tuhan berarti melibatkan Tuhan dalam setiap proses kehidupan, percaya pada cara dan waktu Allah untuk menyatakan pertolonganNya. Tidak mengandalkan pada kekuatan sendiri bahkan harta benda ataupun kekayaan yang pada akhirnya akan dapat mendorong kita melakukan cara-cara yang bertentangan dengan kehendak Tuhan.
Kedua, Tuhan memberkati orang yang berharap pada-Nya. Berharap berarti tetap optimis, bagaimanapun situasi kehidupan yang terjadi.
Ketiga, bagi orang yang mengandalkan Tuhan dan berharap kepada Tuhan maka hidupnya penuh berkat yang tak berkesudahan. Tuhan tidak hanya memberi berkat tapi juga menjadikan kita sebagai saluran berkat. Ibarat pohon yang ditanam di tepi aliran air bukan saja terus berbuah bagi dirinya sendiri tapi buah itu dapat dinikmati oleh orang lain. Marilah kita selalu mengandalkan Tuhan dan menaruh pengharapan hanya pada Tuhan. Selalu mensyukuri setiap berkat yang diterima tidak hanya dari apa yang kita miliki tapi juga dari setiap hambatan yang merintangi jalan-jalan kita. Bagi orang yang selalu mengandalkan Tuhan, setiap jalan adalah jalan Tuhan. Entah itu jalan terjal berbatu, jurang curam, tebing mendaki, bahkan jalan yang lurus sekali pun. Jalanilah hidup dengan iman dan bersyukurlah senantiasa. (SRA)