PEMIMPIN YANG PEDULI RAKYAT

Matius 20 : 24- 28

                Ada banyak pro dan kontra tentang sosok Bapak Presiden Joko Widodo sebagai kepala Negara dan pemerintahan Indonesia. Ada yang suka dan tidak sedikit orang yang terus membuly-nya dengan berbagai macam ujaran kebencian dan hoaks karena berbagai alasan dan kepentingan. Namun, jika kita mau jujur dan melihat fakta yang ada, maka sebenarnyalah ada banyak hal yang sudah dikerjakan oleh seorang Joko Widodo bagi bangsa dan Negara Indonesia tercinta ini, disamping mungkin masih ada kekurangan di sana-sini.

                Salah satu kebijakan beliau yang sering kali dicibirkan adalah pembangunan jalan toll yang beliau galakkan pembangunannya di suluruh bagian Negara Indonesia, hal yang tidak pernah diperhatikan dengan serius oleh presiden-presiden sebelumnya. Sekarang ini, ada banyak jalan toll yang sudah dibangun di Jawa, Sumatra dan Papua, di mana terbukti semua jalan toll yang dibangun telah memberikan dampak yang positif. Perjalanan mudik ke kampong halaman menjadi lebih nyaman, lebih cepat, dan lebih aman. Jumlah kecelakaan dan korban jiwa menurun sangat drastis.

                Sebagai seorang pemimpin, di manapun kita berada dan ditempatkan, kita harus menjadi memimpin yang melayani, seperti apa yang dikatakan oleh Tuhan Yesus. Bukan pemimpin yang mau dilayani dan hanya mementingkan dirinya sendiri. Daud sebagai raja Israel yang kedua, sudah memberikan contoh yang baik, dimana ia telah memerintah dengan menegakkan keadilan dan kebenaran sehingga damai sejahtera bagi seluruh rakyat dapat dirasakan di seluruh negeri. “Demikianlah Daud telah memerintah atas seluruh Isreal, dan menegakkan keadilan dan kebenaran bagi seluruh bangsanya.” (2 Sam 8 : 15). Daud juga berkata menyampaikan firman Tuhan yang diterimanya, “Apabila seorang memerintah manusia dengan adil, memerintah dengan takut akan Allah, ia bersinar seperti fajar di waktu pagi, pagi yang tidak berawan, yang sesudah hujan membuat berkilauan rumput muda di tanah.” (2 Sam 23 : 3-4).

                Mari semua kita yang ada pada saat ini menduduki jabatan sebagai pemimpin, mari kita memimpin sesuai dengan kehendak Tuhan. Memimpinlah dengan sikap yang mau melayani demi kesejahteraan orang banyak, bukan sebagai pemimpin yang minta dilayani dan hanya memerhatikan kepentingan diri sendiri saja. Mari menjadi seorang pemimpin yang mengedapankan keadilan dan kebenaran. Keadilan dalam arti tidak memihak ke sana dan kemari tetapi berdiri di tengah-tengah dan di atas kebenaran. Ingatlah, apa pun juga posisi dan kedudukan kita di dunia ini, tujuan kita adalah untuk menjadi berkat, menjadi garam dan terang bagi dunia ini. (TIA)