ALLAH YANG MENEPATI JANJI

“Akulah Allah Yang Mahakuasa, hiduplah dihadapan-Ku dengan tidak bercela”.  Kejadian 17:1b

Nama Allah Yang Mahakuasa (El Shaddai) diperkenalkan kepada Abraham saat Allah menyatakan diri untuk memberikan perjanjian Allah dengan Abraham yang ketiga kalinya. Nama El Shaddai mempunyai makna akan kemahakuasaan Allah yang meliputi kuasa dan otoritas Allah terhadap segala ciptaan-Nya (Yer 32:17), berkat atas milik kepunyaan-Nya dengan segala kelimpahan (Ef 32:17) serta kuasa untuk membuat sesuatu terjadi atas kehendak-Nya.

Abraham menerima berkat janji Allah berdasarkan kasih karunia Allah. Abraham meresponi panggilan Allah dengan percaya. Melalui firman-Nya, dia mengenal pribadi Allah. Terhadap janji-janji Allah, ia beriman. Abraham taat akan segala yang diperintahkan Allah. Namun iman Abraham bukanlah iman yang sempurna. Kepada janji Allah untuk memberikan Abraham keturunan dan membuat keturunannya menjadi bangsa yang besar, Abraham mempunyai “rencana cadangan”. Pertama kali Allah memberikan janji-Nya, Abraham mengangkat hambanya Eliezer untuk menjadi ahli warisnya kelak ketika ia meninggal (Kej 15:2). Kedua kalinya janji itu diberikan, Abraham malah menyetujui ide Sarah istrinya untuk menghampiri Hagar, hambanya agar ia memperoleh penerus keturunannya (Kej 16). Saat Abraham dan Sarah sudah lanjut usia, sudah tidak memiliki harapan lagi untuk memiliki anak, Allah kembali datang untuk meneguhkan janji itu. Ketika segala sesuatu mustahil bagi manusia, disitulah Allah bertindak untuk menyatakan kemahakuasaan-Nya.

Terhadap Abraham, Allah tetap setia kepada janji-Nya. Bagi Allah, Abraham tetap berkenan dihadapan-Nya. Di sepanjang perjalanan hidupnya bersama Allah, iman Abraham terus bertumbuh karena Abraham memiliki hubungan yang dekat dengan Allah. Ia hidup dihadapan Allah dengan tidak bercela (Kej 17:1). Iman Abraham yang tidak sempurna menjadi sempurna karena Allah yang adalah sempurna dan Allah memperhitungkan iman percaya Abraham sebagai kebenaran (Kej 15:6). Pembaharuan janji Allah kepada Abraham ditandai dengan pergantian nama Abram yang berarti bapa orang percaya menjadi Abraham yang berarti bapa segala bangsa. Di dalam perubahan nama itu Allah berjanji akan memberikan berkat yang lebih besar kepada Abraham, Dari keturunannyalah Allah akan menyelesaikan apa yang telah dijanjikan-Nya kepada Abraham. Perjanjian antara Allah dan Abraham adalah perjanjian yang kekal dan penggenapan janji-Nya telah diselesaikan oleh karya penebusan Yesus Kristus di kayu salib. Berkat perjanjian Allah dapat diterima sepenuhnya tidak hanya oleh semua keturunan Abraham namun berkat itu juga diberikan kepada setiap orang yang hidup dari iman Abraham (Rom 4:16), yang percaya dan taat kepada Allah dan hidup dihadapan-Nya dengan tidak bercela.  Melalui Yesus, iman kita yang tidak sempurna menjadi sempurna sehingga kita dibenarkan dihadapan Allah. Amin. (NGT)