Sudah sering kita mendengar ungkapan bahkan menjadi nasihat bagi kita yaitu “lakukan segala sesuatunya dengan sepenuh hati!”. Penekanan dari ungkapan itu pada intinya adalah bagaimana untuk memberikan yang terbaik saat melakukan sesuatu, mulai dari hal yang paling sederhana hingga hal yang komplek. Hal yang tercermin dalam reaksi yang kita lakukan pada dasarkan berawal dari hati.
Suasana hati berpengaruh saat melakukan suatu reaksi, suasana senang, sedih, tertekan bahkan gembira memberikan dampak terhadap apa yang dilakukan. Hati disini menjadi sumber dari seluruh tindakan kita.
Apa yang ingin Tuhan sampaikan, bagaimana kita melakukan segala sesuatu dengan sepenuh hati ?
Kolose 3:23 “Apapun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia”. Ayat ini menasihatkan agar kita melakukan segala sesuatu dengan sepenuh hati untuk hal apapun, baik pekerjaan, pelayanan, studi, hidup berkeluarga, ibadah dan sebagainya. Melakukan sesuatu didasarkan pada sikap kemurahan hati yang tampak dalam kegembiraan kasih serta kesediaan diri mengakui keterbatasan diri. Jadi apa yang dilakukan tidak berarti semau-maunya atau sesuka hati dengan asal-asalan.
Marilah kita tetap terus belajar dengan setia dan bersemangat melakukan apapun bersama Tuhan meski dalam suasana hati sedang dalam persoalan.
- Tetap lakukan dengan kasih ( I Korintus 16:14 “Lakukanlah segala
pekerjaanmu dalam kasih!”)
- Memberikan secara lebih dan di atas rata-rata (Matius 5:41 “Dan
siapa pun yang memaksa engkau berjalan sejauh satu mil, berjalan-
lah bersama dia sejauh dua mil.)
- Lakukan dengan kerelaan (II Korintus 8:19 “…. yang kami lakukan
untuk kemuliaan Tuhan dan sebagai bukti kerelaan kami.”
- Lakukan dengan setia (Ulangan 6:3 “….. Lakukanlah itu dengan setia, supaya baik keadaanmu, dan supaya kamu menjadi sangat banyak, seperti yang dijanjikan TUHAN..”
Semua yang kita lakukan untuk Tuhan dengan tulus hati melakukannya. (YMK)