Memuliakan Allah dengan Tubuhmu

1 Korintus 6:12-20

MULIAKAN ALLAH DENGAN TUBUHMU

Jemaat di Korintus bukanlah tanpa masalah. Salah satu masalah utama yang dihadapi oleh Jemaat adalah ancaman perpecahan, sehingga Paulus harus menasihati Jemaat untuk erat bersatu dan sehati sepikir (1:10). Masalah lainnya adalah adanya perbedaan pandangan yang mempengaruhi Jemaat yaitu tentang orang-orang Yahudi yang menghendaki tanda sementara orang-orang Yunani mencari hikmat (1:22),  perselisihan tentang siapa yang sebenarnya berjasa atas perkembangan dan pertumbuhan Jemaat (3:4-7), adanya kesombongan sehingga perlu diperingatkan untuk saling merendahkan diri (4:6), masih adanya perbuatan dosa di antara Jemaat yang tampak dalam perilaku hidup yang seperti orang-orang yang tidak mengenal Allah (5:1), tentang persoalan saling menghakimi dan ketidakadilan (6:1-11), dan kembali persoalan tentang percabulan (6:12-20).

Terkait persoalan percabulan ini, Paulus memperingatkan Jemaat bahwa tubuh ini bukanlah untuk percabulan tetapi hanyalah untuk Tuhan saja. Bagaimana pun juga, tubuh ini adalah berasal dari Tuhan dan milik Tuhan, dan juga menjadi bagian dari anggota tubuh Kristus itu sendiri. Jadi, tidak boleh sekali-kali diserahkan kepada percabulan (ayat 15-16). Untuk dapat terhindar dari bahaya percabulan itu, maka setiap Jemaat dinasihati untuk mengikatkan diri hanya pada Tuhan, dan menjadi satu roh dengan Tuhan sendiri. Maksud nasihat ini adalah bagaimana Jemaat harus terus berusaha untuk memiliki hubungan, relasi yang terkoneksi dengan Tuhan, semakin lama semakin dekat dan akrab. Paulus melanjutkan nasihatnya dengan menegaskan bahwa tubuh ini adalah bait Roh Kudus, yang telah dikaruniakan oleh Allah dan sekaligus menandakan tubuh ini bukanlah milik kita sendiri lagi, tetapi milik Allah (ayat 19). Yaitu sebagai hasil penebusan Allah di dalam Kristus. Itulah sebabnya, dengan tubuh jugalah, jemaat harus memuliakan Allah (ayat 20).

Jadi, lebih dari sekedar bicara tentang percabulan, kita dapat memahami bahwa yang hendak disampaikan oleh bacaan kita pada hari ini adalah bagaimana menjaga tubuh yang adalah bait Roh Kudus itu dari berbagai perbuatan dan tingkah laku yang bertentangan dengan kehendak Tuhan, sekaligus menghargai tubuh dan kehidupan yang dinikmati saat ini dengan memelihara tubuh dan kehidupan itu dengan baik. Bahkan, dengan tubuh dan segala aktivitas yang dilakukan oleh tubuh, orang percaya memuliakan Allah dan menjadi kesaksian bagi yang lain.

Penghargaan terhadap kehidupan dan tubuh ini misalnya, dilakukan dengan cara memiliki cara hidup sehat dan melakukan rangkaian protokol kesehatan yang selama ini telah kita terus lakukan di masa berhadapan dengan situasi pandemi COVID-19. Semuanya dilakukan untuk menjaga dan menghargai kehidupan, baik secara pribadi maupun bersama dengan orang-orang yang ada di sekitar kita.

Penghargaan terhadap kehidupan dan tubuh ini memang tidaklah sekedar urusan menjaga kesehatan saja, atau terkait percabulan saja. Penghargaan terhadap kehidupan dan tubuh ini adalah dengan menjaganya melalui melakukan perbuatan, tingkah laku, perkataan dan pikiran yang sejalan dengan kehendak Tuhan. Berkata dengan benar dan menjadi berkat buat orang lain, bukan mengutuki. Berbuat dan bertingkah laku yang sesuai sebagai orang-orang yang sudah menerima anugerah keselamatan dan penebusan dari Allah, dan bukan seperti orang-orang fasik. Berpikir untuk selalu mendatangkan kebaikan dan damai sejahtera bagi sesama, dan bukan merancang apa yang jahat. Dengan demikian, kita sudah memuliakan Allah dengan tubuh dan kehidupan kita.

Untuk didiskusikan:

  1. Tema kebaktian minggu adalah “Murid Kristus yang Memberi Pengaruh Baik”. Jelaskanlah bagaimana upaya memuliakan Allah dengan tubuh dan kehidupan ini memberi pengaruh baik dalam kehidupan di sekitar kita?
  2. Apakah yang menjadi penghalang kita memuliakan Allah dengan tubuh dan kehidupan kita? (GMK)