PELANTIKAN UNTUK MENJALANKAN MISI

Markus 1 : 4 – 11

Lalu terdengarlah suara dari sorga:  “Engkaulah Anak-Ku yang Kukasihi, kepada-Mulah Aku Berkenan”. (Markus 1:11)

Pelantikan ke dalam suatu jabatan adalah hal yang biasa terjadi baik di institusi pekerjaan maupun organisasi, demikian juga organisasi gereja.  Melalui pelantikan tersebut seseorang kemudian diberikan kewenangan dan otoritas atas tugas serta tanggung pelayanan sepenuhnya.  Setelah pelantikan tersebut orang tersebut dapat bertindak dan melakukan berbagai hal sesuai dengan kewenangannya, misalnya Presiden Joko Widodo setelah dilantik dapat membuat keputusan atau kebijakan yang dapat membawa kemajuan bangsa atau keluar dari krisis.

                Bagian Alkitab yang saat ini kita baca, kita melihat momen di mana Allah ‘melantik’ Yesus menjadi “Kristus” (Mesias) yang artinya “seorang yang diurapi”.  Tindakan Yesus yang memberi diri dibaptis menunjukan perendahan diri-Nya yang adalah Allah merendahkan diri sedemikian rupa seperti halnya manusia yang ‘berdosa’ (lihat ay 4 dan 5). Dalam Lukas 3 : 21  “Ketika seluruh orang banyak itu telah dibaptis dan ketika Yesus juga dibaptis” Yesus dibaptis pada urutan terakhir setelah orang banyak di Baptis dapat kita maknai, bahwa baptisan yang diterima Yesus merangkum keseluruhan keberadaan umat yang membutuhkan pengampunan dosa.   Sedangkan makna dari “yang Kukasihi” merujuk Yesaya 41:8 “Tetapi engkau, hai Israel, hamba-Ku, hai Yakub, yang telah Kupilih, keturunan Abraham, yang Kukasihi.” Menunjuk Allah memilih umat Israel untuk melaksanakan misi karya keselamatan Allah. Sebutan “yang Kukasihi” dalam Markus 1 : 11 menunjuk pada diri Yesus, bahwa Ia adalah pribadi yang dipilih dan dikasihi Allah secara istimewa untuk satu tujuan khusus yaitu menyatakan keselamatan Allah. Dengan demikian peristiwa Baptisan yang diterima Yesus merupakan momen penting dalam sejarah keselamatan umat manusia, Yesus dilantik untuk menjalankan misi khusus yaitu keselamatan manusia.

                Melalui pembacaan Alkitab pada hari ini kita dapat mengambil makna: Pertama, Baptisan yang diterima Yesus bukanlah menunjukan Yesus ‘orang berdosa’ namun justru menunjukan solidaritas dan perendahan diri Yesus sedemikian rupa untuk mempersiapkan tugas dan misi yang akan dijalaninya, yaitu keselamatan umat manusia. Kedua, Sakramen baptisan kudus yang kita terima menggerakan kita untuk solider dengan sesama dan turut berkarya dalam misi Yesus dalam pembaruan dan pemulihan sesama umat manusia. (ITW)