2 Petrus 3 : 8-15a

Apabila kita membaca teks 2 Petrus 3 : 1-16 secara keseluruhan maka kita akan menemukan sebuah tema utama yaitu kedatangan Kristus. Ada dua istilah yang digunakan oleh Rasul Petrus, si penulis kitab ini, yaitu kedatangan Kristus (ayat 4) dan hari Tuhan (ayat 10). Rasul Petrus menulis perikop ini dengan satu tujuan yang sangat mulia yaitu mengingatkan orang-orang di Galatia, Kapadokia, Asia Kecil dan Bitinia bahwa segala sesuatu yang mereka lakukan di bumi ini hanyalah bersifat sementara dan terbatas. Sebaliknya hidup dalam ketaatan kepada Allah itulah yang akan memberikan hidup yang kekal.
Kita semua, sebagai orang percaya yang sedang menjalani hidup di bawah kolong langit, perlu selalu membangun kesadaran bahwa kita sedang menanti kedatangan Kristus dan hari Tuhan itu terwujud dalam kehidupan iman kita. Ini bukanlah suatu topik yang aneh dan buruk, tetapi inilah topik yang harus kita ingat dalam menjalani kehidupan hari demi hari. Kita tidak perlu menjadi manusia yang kuatir dan takut berlebihan, melainkan harus belajar membangun kesadaran yang utuh tentang gaya hidup kita sebagai orang percaya. Kita perlu belajar menata cara berpikir, berkata dan bertindak agar selalu mencerminkan Kristus.
Ketika Tuhan masih memberikan kesempatan kepada kita untuk memperbaiki cara hidup kita, maka sepatutnya kita bersyukur kepada-Nya karena itu membuktikan betapa Tuhan sangat sabar dan mengasihi kita. Allah tidak pernah menghendaki seorang pun binasa melainkan beroleh hidup yang kekal. Injil Yohanes 3 : 16 mengatakan, “Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa melainkan beroleh hidup yang kekal.” Allah sungguh mengasihi kita sehingga ia tidak mau seorang pun mengalami kebinasaan dalam hidup ini. Untuk merespons kasih Allah itu, maka kita diajak untuk berbalik dari jalan kita yang salah, bertobat dan belajar menjalani hidup yang kudus di hadapan Allah sehingga kita layak dan berkenan di hadapan-Nya sampai kepada akhir dunia ini.
Kita tidak pernah tahu kapan hari Tuhan itu akan terjadi, tetapi hari itu pasti datang. Saat ini kita hanya diberi waktu untuk mempersiapkan diri menyambut kedatangan-Nya dengan penuh kepastian bahwa Allah di dalam Tuhan Yesus Kristus sungguh mengasihi kita dengan kasih-Nya yang kekal. Manfaatkanlah kesempatan indah yang Allah berikan kepada kita untuk memuliakan nama-Nya. Memuliakan nama Tuhan adalah kita belajar berdamai dengan sesama kita karena Allah telah berdamai dengan kita melalui Anak-Nya yang tunggal, Tuhan Yesus Kristus, Sang Juruselamat.
Tetapi hari Tuhan akan datang seperti pencuri dan kita sedang menantikan hari itu sembari menantikan banyak hal yang lain dalam hidup kita, seperti: pekerjaan, pasangan hidup, keturunan, dll. Segala sesuatu yang telah lama kita harapkan kedatangannya. Kita menanti dengan kegalauan karena kita tidak tahu kapan akan terwujud karena bisa saja besok, minggu depan, bulan depan, tahun depan dan kapan saja. Mari kita membangun sikap menanti dengan pasti seperti yang dikabarkan Rasul Petrus, “Tuhan tidak lalai menepati janji-Nya, sekalipun ada orang yang menganggapnya sebagai kelalaian….” Selamat menanti dengan pasti dalam kasih Tuhan!
Untuk didiskusikan:
- Menurut saudara bagaimana cara manusia mewujudkan keyakinannya mengenai kedatangan Kristus dan hari Tuhan itu?
- Bagaimana cara saudara menggunakan waktu yang Tuhan anugerahkanini untuk mempersiapkan diri menyambut kedatangan Kristus? (ASR)