Visi : "Menjadi Gereja Bagi Sesama"
Misi : "Bersekutu, melayani dan bersaksi dengan mengembangkan Trikemandirian GKP untuk menyatakan kasih, sukacita, kebenaran, keadilan dan damai sejahtera kepada sesama di tengah kehidupan.”
Kebaktian Jemaat dilaksanakan di gedung Gereja Jl. Kebonjati no. 108 Bandung.
1. Kebaktian Umum I setiap hari Minggu pk. 07.00 dilaksanakan di gedung Gereja Jl. Kebonjati no. 108 Bandung
2. Kebaktian Umum II setiap hari Minggu pukul 09.30 dilaksanakan di gedung Gereja Jl. Kebonjati no. 108 Bandung (disiarkan streaming melalui kanal youtube). Jemaat yang mengikuti secara daring dapat mengakses tautan kanal youtube GKP Bandung. .Informasi lebih lanjut akan dibagikan melalui pesan Whatsapp (WA) GKP Bandung.
3. Kebaktian Umum Sore Pos Pelayanan Kapel Rehuel RS Immanuel setiap hari Minggu pukul 18.00 bertempat di Kapel Rehuel RS Immanuel Jl. Kopo no. 161 Bandung
4. Kebaktian Sekolah Minggu dilaksanakan pada setiap hari Minggu pkl. 07.00 WIB, bertempat di Aula lantai 2.
5. Kebaktian Remaja dilaksanakan setiap Hari Minggu pukul 07.30 di Ruang Tiranus lantai 2.
6. Kebaktian Pemuda dilaksanakan satu bulan dua kali pada Hari Minggu pukul 10.00 di Ruang Tiranus lantai 2.
7. Kebaktian Minggu di Pos Kebaktian Ganjartemu dilaksanakan setiap hari minggu pk 09.00
8. Kebaktian Minggu di Pos Kebaktian Pos Kebaktian Cinunuk dilaksanakan setiap hari minggu pk 09.00
9. Kegiatan Minggu di Pos Pelayanan Langensari dilaksanakan setiap hari minggu pk 09.00
10. Kegiatan Minggu di Pos Pelayanan Jamburaya dilaksanakan setiap hari minggu pk 09.00
Persembahan dapat disampaikan secara langsung di kotak persembahan di Gereja atau melalui Transfer ke rekening
Bank BNI no. : 038 3468 700 atas nama GKP Bandung atau
Bank BCA. : 2433 108 108 atas nama GKP Bandung atau
dengan melakukan Scan QRIS aplikasi mobile banking/dompet digital
Untuk memudahkan identifikasi, mohon menambahkan nominal akhir persembahan dengan kode angka :
Rp ..22 untuk Persembahan Kebaktian. Contoh : Rp 50.022,- untuk Persembahan Kebaktian
Rp ..33 untuk Persembahan Bulanan. Contoh : Rp 50.033,- untuk Persembahan Bulanan
Rp ..44 untuk Persembahan Syukur/Lainnya. Contoh : Rp 50.044,- untuk Persembahan Syukur/Lainnya
Rp ..55 untuk Persembahan Khusus. Contoh : Rp 50.055,- untuk Persembahan Khusus
Bagi Jemaat yang tidak menggunakan fasilitas Bank (E-Bank/ATM) persembahan dapat dimasukan ke kotak persembahan yang tersedia atau disampaikan melalui Sekretariat GKP pada saat jam kantor. Bagi yang telah memberikan persembahan bulanan/syukur melalui transfer, mohon agar menyampaikan bukti transfer/setor melalui WA ke No : 0812-2083-9495.
Terima kasih atas persembahan kasih yang disampaikan. Tuhan Memberkati
Pelayanan Umum
Pelayanan Anak (Batita, Balita, Anak Kecil, Anak Tanggung, Anak Besar)
Pelayanan Remaja
Pelayanan Pemuda
Pelayanan Perempuan
Pelayanan Pria
Pelayanan Lansia
Pelayanan di Pos Kebaktian, Pos Pelayanan dan Sektor
Pelayanan Musik dan Multimedia
Pelayanan Kesaksian dan Diakonia
Pelayanan Pemakaman dan Penghiburan
Pelayanan Dana Silih Tulungan
Pelayanan Pembinaan dan Pengembangan Jemaat
Pelayanan Sarana dan Prasarana
Gereja Kristen Pasundan Jemaat Bandung (disingkat GKP Bandung) tumbuh atas kuasa Roh Kudus melalui pelayanan orang-orang percaya, dan berkembang melalui pekerjaan Nederlandsche Zendingsvereeniging (NZV) di Jawa bagian barat, yang membawa ajaran dan tradisi Calvinis.
Berdasarkan Catatan Para Zendling yang ditulis oleh Coolsma (1901), pada tahun 1877 NZV mulai hadir dan menumbuhkan Injil di tanah Pasundan. Sebulan sekali De Haan tampil, dan Titus (seorang pribumi yang setia) termasuk di antara pendengarnya. Tahun 1887, 2 wanita menerima Baptisan. Pada tanggal 8 April 1888, De Haan mendirikan sebuah jemaat di tempat ini (saat ini Jl.Kebonjati 108). Untuk pertama kalinya, Perjamuan Tuhan juga dirayakan di Bandung bersama umat Kristen pribumi.
Gereja Kristen Pasundan (GKP) diresmikan sebagai satu sinode yang berdiri sendiri dalam Sidang Rad Ageng pada 14 November 1934 di Bandung dengan nama de Christelijke Kerk van West Java, yang kemudian bernama Gereja Kristen Pasundan. Pengakuan resmi Pemerintah terhadap Gereja Kristen Pasundan sebagai badan hukum dinyatakan dengan Keputusan Pemerintah Hindia Belanda pada 8 April 1936 No.15, Staatsblad 176.
GKP Bandung menjadi bagian dari Sinode Gereja Kristen Pasundan (GKP) yang merupakan persekutuan jemaat Tuhan di tanah pasundan, di Jawa bagian Barat. GKP merupakan anggota dari Persekutuan Gereja Indonesia (PGI).
GKP dengan seluruh anggotanya selaku imamat am orang percaya, baik secara bersama-sama maupun sendiri-sendiri, menerima dan mengemban panggilan Allah untuk ikut serta dalam karya-Nya menyatakan tanda-tanda kehadiran Kerajaan Allah di dunia dengan memberlakukan kasih, kebenaran, keadilan, sukacita, dan damai sejahtera.
Dengan pertolongan Roh Kudus, tri-panggilan GKP diwujud nyatakan melalui hidup yang bersekutu (Koinonia), melayani (Diakonia), dan bersaksi ((Marturia)
Visi : "Menjadi Gereja Bagi Sesama"
Misi : "Bersekutu, melayani dan bersaksi dengan mengembangkan Trikemandirian GKP untuk menyatakan kasih, sukacita, kebenaran, keadilan dan damai sejahtera kepada sesama di tengah kehidupan.”
Kepemimpinan GKP adalah kepemimpinan persekutuan yang bersifat kolektif dan bersumber pada kepemimpinan Yesus Kristus sebagai Kepala Gereja. Pemimpin Jemaat GKP Bandung adalah Majelis Jemaat
Jemaat Bandung Jl. Kebonjati 108
Pos Pelayanan Kapel Rehuel RS Immanuel
Pos Pelayanan Kota Baru Parahyangan
Pos Kebaktian Cinunuk
Pos Kebaktian Ganjartemu
Pos Pelayanan Langensari
Pos Pelayanan Jamburaya
1877 - 1934 Para Zendeling NZV
1934 - .... Pdt. Titus
1934 - 1940 Pdt. Madi Sarean
1940 - 1978 Pdt. Josua Aniroen
1961 - 1963 Pdt. Tjakraatmadja, S.Th
1963 - 1963 Pdt. Odeh Suardi, M.Th
1967 - 1971 Pdt. Emil Empi, S.Th
1969 - 1975 Pdt. Jakin Elia
1973 - 1988 Pdt. Hada Andriata, DPS
1988 - 1991 Pdt. Suzy Zusanty, S.Th
1991 - 2003 Pdt. Arifin Dani, S.Th
2002 - 2007 Pdt. Krisna Ludia Suryadi, S.Th
2008 - 2011 Pdt. Kristian Siswanto, S.Si
2006 - 2017 Pdt. Aam Ramelan Sairoen, S.Th, M.Min
2012 - 2016 Pdt. Leonard Bayu Dalope, S.Si, M.Si
2012 - 2022 Pdt. Albert Naibaho, S.Si., M.Si (Teol)
2017 - 2022 Pdt. Dina Esterina S.Si.
Pada tanggal 5 Januari 1863 tiga orang utusan Nederlandsche Zendingsvereeniging (NZV), yaitu Zendeling C. Albers, D.J. Linden, dan A.J. Grashuis tiba di Tanjung Priok, kemudian melanjutkan perjalanannya ke Bandung. Namun, mereka tidak mendapatkan izin kerja dari pemerintah sehingga mereka pindah ke tempat lain. Zendeling C.J. Albers pindah ke Cianjur dan mulai bekerja di sana sejak 1 Oktober 1863, Zendeling D.J. v.d. Linden pindah ke Cirebon, dan Zendeling G.J. Grashuis masih tinggal selama beberapa waktu di Bandung, tetapi pada tahun 1864 dia pun meninggalkan Bandung.Baru kemudian pada tahun 1870 utusan NZV, yaitu Zendeling A. Geerdink, pindah dari Cianjur dan melanjutkan pekerjaan di Bandung.
Pada tahun 1877 di Bandung sudah tercatat ada 25 orang anggota jemaat, 13 orang di antaranya adalah perempuan. Alkitab Perjanjian terjemahan bahasa sunda diterbitkan pada 1879. Guru Titus (murid C.J Albers) bersama Lukas Rikin sejak 1885 menjadi pengurus pengikut Zendeling A. Geerdink.
Pada tanggal 8 April 1888, De Haan mendirikan sebuah jemaat di tempat ini (saat ini Jl.Kebonjati 108). Untuk pertama kalinya, Perjamuan Tuhan juga dirayakan di Bandung bersama umat Kristen pribumi.
1893-1903 B.M. Alkema bertugas melanjutkan Zendling di Jemaat Bandung, diakhir pelayanannya terdapat 120 orang anggota baptis.
Bersamaan dengan Rapat Umum NZV di Rotterdam, Pada tanggal 17 Mei 1917, Guru Titus yang tertua di antara guru NZV, ditahbiskan menjadi Pendeta Sunda meneruskan pelayanan di Bandung dan Awiligar Tahun 1921 Jemaat Bandung sudah menjadi jemaat yang mandiri untuk mengelola aktifitas pelayanannya.Pada tahun 1892 jumlah jemaat telah menjadi 120 orang. Kemudian dibangun gedung gereja permanen di Jl Kebonjati 108 (saat ini) dan diresmikan pada 5 Juli 1899. Di kompleks inilah berdiri bangunan dan gedung yang hingga saat ini digunakan oleh GKP Bandung bersamaan dengan penggunaan gedung sekolah.
Gedung ini sudah beberapa kali mengalami renovasi, dan pada tahun 1992 dilakukan penyelesaian renovasi untuk gedung perkantoran, konsistori, dan ruang pertemuan. Pada tahun-tahun berikutnya dilakukan pembangunan tahap kedua, untuk fungsi bangunan pastori, ruang kantor, dan ruang serba guna.